Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Kulit iritasi biasanya ditandai dengan ruam kemerahan, kering bersisik, disertai rasa gatal atau perih pada kulit. Jika diabaikan, iritasi bisa berujung pada masalah kulit yang lebih buruk.

Penyebab iritasi kulit bisa beragam. Seperti hawa panas yang menyebabkan biang keringat, alergi pada makanan tertentu, bahan pakaian yang tidak menyerap, bahan nikel dari perhiasan, parfum dan produk kecantikan, hingga gigitan serangga. Meski sering muncul tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya, bukan berarti menunda untuk mengobati iritasi kulit.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Kalau iritasi kulit sudah parah dan mengganggu, harus mengandalkan penanganan dokter. Namun untuk pertolongan pertama, berikut langkah yang bisa dilakukan untuk mengobati kulit iritasi.

1. Kompres iritasi dengan es

Langkah ini cocok untuk iritasi kulit berupa ruam kemerahan yang disertai gatal, biasanya disebabkan oleh paparan bahan kimia tertentu, material pakaian, suhu panas atau dingin, makanan, atau bahan apa pun yang menyebabkan alergi.

Untuk mengatasinya, kompres kulit menggunakan es yang dibalut dengan kain. Selain meredakan gatal, kompres es memberikan sensasi dingin yang menenangkan.

2. Jangan garuk kulit yang iritasi!

Gatal akibat iritasi pada kulit mungkin amat mengganggu. Meski begitu, jangan menggaruk bagian kulit yang iritasi. Selain membuat kulit semakin gatal, luka yang timbul akibat bekas garukan menyebabkan penyebaran infeksi.

Melansir Medical News Today, dr. Zhou-Feng Chen menjelaskan bahwa menggaruk hanyalah perbuatan yang sia-sia. “Menggaruk terus-menerus bukan disebabkan sensasi aditif, melainkan karena menggaruk sebenarnya tidak menuntaskan masalah. Sebab, ketika garukan menyebabkan perih, otak memproduksi serotonin untuk mengurangi perih. Ketika serotonin mengurangi gatal, garukan juga mengaktifkan reseptor gatal dan membuat iritasi semakin terasa gatal,” ujarnya.

3. Masker oatmeal

Oatmeal atau havermut dapat mengobati iritasi pada kulit. Melansir Healthline, havermut mengandung antioksidan dan zat anti-inflamasi yang mampu meredakan gatal dan iritasi kulit, seperti akibat alergi, cacar, dan bekas terbakar sinar matahari. Campurkan oatmeal dengan air dan aplikasikan langsung pada permukaan kulit yang iritasi. Bisa juga dicampurkan dengan sedikit minyak kelapa agar terasa lebih nyaman di kulit.

4. Oleskan bahan alami yang bisa ditemukan di rumah

Bahan herbal ampuh mengatasi iritasi akibat alergi. Bahan dari tumbuhan seperti lidah buaya, ekstrak daun kesemek, atau ketumbar bisa Anda gunakan sebagai pertolongan pertama ala rumahan. Gel lidah buaya memiliki kandungan terbaik yang mampu meredakan gatal dan memberikan sensasi tenang pada segala masalah iritasi kulit.

5. Gunakan pelembap kulit

Ketika kulit iritasi akibat kering bersisik, oleskan pelembap untuk membantu mengembalikan tekstur alami kulit. Namun dalam memilih pelembap atau body lotion, pastikan produk tak mengandung parfum, pemutih, dan bahan lainnya yang dapat memperparah iritasi kulit Anda. Mengacu pada American Academy of Dermatology, iritasi kulit kerap disebabkan bahan kimia dari parfum dan produk kecantikan.

Adapun rekomendasi pelembap atau lotion yang berbahan shea butter dan vitamin E. Bukan lagi rahasia, vitamin E dibutuhkan tubuh untuk kesehatan kulit. Khasiatnya antara lain untuk meregenerasi kulit dan kaya antioksidan. Sehingga mampu mengobati kemerahan, menyamarkan kerutan, serta melembapkan kulit.

6. Menjaga asupan makanan

Asupan nutrisi memengaruhi kesehatan tubuh luar dan dalam, tak terkecuali pada kulit. Melansir Vogue India, mengurangi makanan pedas, cokelat, dan kopi merupakan salah satu cara mengatasi iritasi kulit. Lebih baik perbanyak konsumsi air kelapa, melon, timun, dan biji-bijian.

Selain itu, alkohol juga memicu kulit kering, gatal-gatal, dan ruam kemerahan. Kulit gatal-gatal adalah salah satu reaksi alergi terhadap alkohol. Nah, jika sering mengonsumsi minuman beralkohol dan mengalami iritasi pada kulit, cobalah berhenti mengonsumsinya.

7. Rajin mencuci sprei dan sarung bantal

Lagi-lagi, kebersihan menjadi pangkal kesehatan. Sprei dan sarung bantal merupakan sarang bakteri dan tempat menempelnya kotoran minyak dari wajah. Bakteri yang bersarang pada alas tidur yang jarang diganti dapat menyebabkan iritasi dan penyakit kulit. Oleh sebab itu, rutinlah mengganti alas tidur dan sarung bantal 1-2 minggu sekali tanpa harus menunggu kulit gatal-gatal.

8. Ganti bahan pakaian

Pada beberapa kasus, iritasi disebabkan kulit tidak cocok dengan bahan pakaian tertentu. Terlebih pada pakaian berbahan karet atau spandex. Keringat cenderung melekat, kulit tidak bisa bernapas sehingga rentan muncul bakteri. Untuk itu, cobalah mengganti bahan pakaian. Utamakan bahan pakaian yang nyaman dan dapat menyerap keringat dengan baik daripada memicu iritasi pada kulit.

9. Pro dan kontra baking soda

Menurut beberapa sumber, baking soda efektif mengatasi iritasi kulit. Baking soda diyakini mampu menyeimbangkan pH kulit dan meredakan alergi. Namun bagi orang yang memiliki kulit sensitif, baking soda justru memicu iritasi dan masalah kulit lain seperti jerawat dan infeksi.

Paling penting, kenali terlebih dahulu tipe kulit serta gejala iritasi kulitmu. Jangan sampai salah ambil langkah pertolongan pertama pada kulit iritasi yang justru bisa memperparah kondisi.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.