Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Lumajang –  (08/11/2019) Walau gugatan Pra Peradilan sudah selesai dan di menangkan oleh Tim Cobra Polres Lumajang, tapi ada hal yang masih diperbincangkan ramai oleh masyarakat Lumajang, yaitu terkait adanya surat sakti yang diperlihatkan oleh Lawyer Direksi PT Amoeba Internasional yang dijadikan sebagai alat bukti.

Saat itu Ida Sri Sugiantari selaku pengacara dari PT Amoeba Internasional menyodorkan daftar bukti tertulis pemohon kepada hakim. Dari daftar bukti tertulis tersebut, pada kode bukti P.4 Ibu Ida menyodorkan surat sakti dari Mabes Polri dengan surat nomor B/04/IX/2019/Kor Sabhara,tanggal 10 september 2019,KEPALA KORPS SABHARA BAHARKAM POLRI, yang ditujukan kepada WAKA POLDA JATIM perihal agar dilimpahkan untuk gelar perkara di Polda Jatim (perkara Qnet yang ditangani Polres Lumajang).

Dari data yang berhasil dihimpun, pejabat dari Mabes Polri yang dimaksud adalah Irjen Pol Bambang Giri yang merupakan Kepala Korps Sabhara Mabes Polri.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Hal inilah yang akhirnya memunculkan pertanyaan besar bagi yang ikut dalam sidang, mengapa surat yang bersifat internal tersebut bisa bocor ke khalayak umum..? Apakah ada ‘permainan’ ataupun ‘main mata’ dibalik adanya surat sakti tersebut..? Selain itu juga timbul pertanyaan dari manakah Ibu Ida yang notabene bukan anggota Polri mendapatkan surat yang bersifat internal Polri tersebut?

Seusai persidangan, Ibu Ida yang dimintai konfirmasi tentang surat sakti tersebut pun berusaha mengelak dari awak media dan pergi tanpa meninggalkan sepatah kata.

Kapolres lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban, SH., SIK., MM., MH yang dikonfirmasi dari sambungan telpon menyatakan “kami sempat dipanggil untuk gelar perkara di depan waka polda terkait kasus ini. Hasil gelar perkara, Waka Polda Jatim saat itu Bapak Brigjen Toni Hermanto mendukung langkah penyidikan yang dilakukan Tim Cobra Polres Lumajang. beliau berpesan agar kasus ini diungkap sampai akar-akarnya.
Gelar saat itu dihadiri juga oleh perwakilan dari Krimsus Polda dan Propam Polda. Petunjuk beliau agar masing-masing membantu penyidikan yang dilakukan Tim Cobra Polres Lumajang. Sama sekali beliau tidak memerintahkan untuk menarik berkas ke polda melainkan beliau meminta penyidikan tetap dipertahankan oleh Tim Cobra Polres Lumajang” ungkap Arsal

Adapun lawyer yang diberi kuasa oleh Polres Lumajang dalam melawan Qnet bapak Abdul Rokhim Mengungkapkan “memang di dalam sidang, ibu Ida Lawyer dari pak Karyadi menyampaikan tentang surat dari salah satu pejabat di Mabes Polri yang dijadikan sebagai bukti dipersidangan. Tapi walaupun ada surat tersebut, hakim tidak terpengaruh dan tetap menolak semua gugatan dari direksi pt amoeba” ungkap Rokhim.

Iklan Bawah Artikel


Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.