Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Siapa yang bermasalah dengan jerawat? Bila Anda termasuk, sebaiknya menyimak hal ini. Walau belum ada bukti ilmiah, beda letak jerawat mengindikasikan perbedaan penyebabnya.

Pemilik brand kecantikan lokal, Skin Dewi, Dewi Leona Kauw menerangkan, jerawat di pipi diyakini akibat gangguan saluran pencernaan. Biasanya ditandai dengan buang air besar yang kurang lancar, sendawa atau perut kembung, hingga asam lambung naik.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

“Konsumsi gula berlebih juga bisa menyebabkan jerawat karena gula memicu inflamasi. Semakin besar jerawatnya, semakin besar gula yang diasup.

Jerawat di dahi juga bisa dipicu masalah pencernaan. Namun, penyebabnya lebih karena kekurangan bakteri baik. Jerawat di dahi juga bisa mengindikasikan ada masalah dengan kulit kepala karena jamur.

“Fungal acne. Ada yang gatal-gatal kulit kepala, ada yang keputihan, jamur bisa begitu,” kata dia.

Sementara, jerawat yang muncul di rahang dan dagu kebanyakan dipicu masalah hormon. Untuk memastikannya, Anda perlu mengecek kandungan hormon ke laboratorium.

“Bisa jadi ada ketidakseimbangan hormon estrogen, progesteron, maupun androgen atau testosteron. Kalau pun angkanya di rentang normal, itu belum tentu benar-benar normal, karena ada yang normal kiri, normal kanan, atau normal tengah,” katanya.

Maka itu, setelah hasil laboratorium keluar, Anda perlu berkonsultasi pada dokter yang paham. “Functional medicine gitu. Dia biasanya lebih fokus ke prevention dibandingkan pengobatan,” ucap Dewi.

Sementara, jerawat yang ada di hidung umumnya dipicu oleh masalah stres atau kelelahan. Terakhir, jamur pada punggung juga bisa memicu jerawat.

“Sebenarnya, ujung-ujungnya nyambung ke makanan juga. Fungal butuh gula untuk menyebar,” tutur Dewi.

Ia menekankan meski belum ada hasil penelitian ilmiah yang menguatkan, hal itu diperolehnya dari pengalaman berinteraksi dengan para kliennya. Dari seluruh masalah jerawat, problem pencernaan yang paling mendominasi.

Untuk itu, ia menyarankan setiap yang bermasalah dengan acne, rutin membuat jurnal makanan. Jurnal tersebut berisi informasi makanan apa saja yang dikonsumsi secara rinci, beserta jumlahnya.

“Karena setiap orang itu berbeda, spesifik. Siapa yang tahu ternyata aku kurang makan sayur yang berbatang, padahal makananku salad setiap kali,” kata perempuan yang pernah mengalami masalah jerawat parah itu.

Proses mencatat itu diiringi dengan proses observasi. Anda diminta mengenali setiap reaksi tubuh ketika mengonsumsi sesuatu. Apa pun yang dilihat atau dirasakan, dicatat.

“Kalau sudah dicurigiai (penyebabnya), setop dulu (untuk mengonsumsinya), dua minggu, sebulan. Lihat hasilnya. Review balik,” tuturnya.

Proses mengobservasi diri sendiri menggunakan jurnal makanan itu diperlukan setidaknya 1–3 bulan. “Somehow, kita memang ada feeling sendiri,” ujarnya. (liputan6)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.