Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – “Berbisnis dan berdakwah untuk menegakkan Syariat Allah” inilah motto lelaki bernama Hasanuddin.

Pria kelahiran Sumatra Barat Padang, tepat nya di daerah Sumani Nagari, dibesarkan di lingkungan pesantren Darussalam yang didirikan orang tuanya pada tahun 1963.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Ternyata di Pesantren dia tidak hanya mendapatkan pendidikan agama tapi juga ilmu bagaimana cara bercocok tanam

“Dipesantren abuya atau kyai dan umi bukan hanya mendidik ilmu agama tapi juga mengajarkan saya dan para santri lain nya untuk bertani, hasil bertani itu kami bawa ke pasar untuk di pasarkan,” ujarnya memaparkan.

Kehidupan didesa telah membentuk diri lelaki ini menjadi pribadi yang tangguh, tak mudah menyerah.

Hasanuddin juga dikenal sebagai figur yang low profile dan senang bergaul sehingga bisa berdaptasi dengan semua kalangan.

Kariernya dibidang politik berjalan mulus, di era Reformasi ketika Partai Keadilan (PK) didirikan ia sempat menjadi anggota di Kota Depok dan pernah juga menjadi Ketua Cabang Partai Bulan Bintang di kota Depok.

Tepatnya di tahun 2004 dia resmi bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pada tahun itu juga dia dicalonkan menjadi calon legislatif (caleg) DPR.RI untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat

Tahun 2009 dicalonkan kembali untuk DPR RI dari Pemilihan Provinsi Gorontalo, semangatnya tak pernah surut meskipun belum berhasil melenggang ke Senayan.

Tanggal 31 Oktober 2018, Drs. H. Hasanuddin A.S., M.Si dilantik menjadi Anggota DPR RI Pergantian Antar Waktu (PAW) , Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), duduk di Komisi IV, yang bermitra dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Badan Ursan Logistik (Bulog).

Selain menjadi anggota legislatif Hasanuddin saat ini dipercaya sebagai Ketua Badan Bakti Profesi (BBP) DPP INKINDO DKI Jakarta Masa Bakti 2018-2022. Ia juga ditugasi oleh DPP untuk menjalin kerjasama dengan Perumda Pasar Jaya sebagai Ketua Tim Pokja.

Bisnis untuk dakwah, Sebagai da’i Hasanuddin banyak memberikan pencerahan kepada ummat tentang artinya kehidupan yang sementara ini diberbagai forum dan Majlis Taklim di Jabodetabek. Ia juga memberikan khotbah Jumat di Masjid-masjid Perkantoran di daerah Jakarta dan sekitarnya, serta bergabung dengan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDI) Kramat 45.

Sebagai Direktur Utama2 CV Hastarismata ini memilki moto : “Berbisnis dan berdakwah untuk menegakkan Syariat Allah” sesuai dengan Firman Allah dalam surat An-Nahal (16) ayat : 125 : “Ajaklah/Serulah manusia ke jalan Rabbmu dengan penuh Hikmah dan kebijaksanaan (takwa) dan kalau perlu berdiskusi / berdebat lakukan dengan metode yang terbaik (ahsan) Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang mengetahui siapa yang tersesat di jalannsya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (Q.S. An-Nahl (16) : 125)

Menurutnya, “Umat harus diberikan pencerahan tentang politik yang Islami. Politik bagi umat Islam adalah suatu kewajiban dalam membantu mencarikan solusi di tengah hiruk pikuknya percaturan politik di Indonesia yang dihuni oleh mayoritas penduduknya beragama Islam. Sadar atau tidak kita sadari bahwa Republik ini merdeka dari penjajahan berkat Rahmat Allah SWT yang diperjuangan oleh para Ulama dan para Kyai. Untuk mengisi kemerdekaan ini ummat harus ikut menjadi penentu arah kebijakan negara bangsa. Karena Pilar utama demokrasi adalah eksekutif, legislatif dan yudikatif maka ummat Islam wajib untuk mengisi ruang tersebut. Khusus bidang legislatif ummat diwajibkan terlibat langsung dalam arena partai politik, karena partai politik inilah yang mengusung calon legislatif untuk bisa berkantor di Senayan membuat UU”, jelasnya.

Karena salah satu dari tiga fungsi DPR RI adalah membuat UU bersama dengan pemerintah dan republik ini dihuni oleh mayoritas penduduknya adalah muslim maka tugas dari Wakil Rakyat yang muslim membuat sebanyak-banyaknya undang-undang yang bernuansa syariah.

“Umat harus diberikan pendidikan politik sejak dini, supaya tidak dibodohi dan tergilas oleh zaman. Saya terjun di politik untuk mengangkat harkat dan martabat ummat supaya bisa menjadi tuan dirumah sendiri. Islam diturunkan oleh Allah melalui Baginda Rasulullah untuk Rahmatan Lil ‘Alamin,” tutur Hasanuddin.

Lebih jauh Hasanuddin menjelaskan bahwa Risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, disimpulkan menjadi 3 bagian :
1. Tauhid, mengesakan Allah.
2. Aman Ekonomi ( sandang, papan dan pangan)
3. Aman dari rasa ketakutan
Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Quraisy (106) : 3- 4.
Untuk membumikan risalah tersebut perlu setiap kita menjadi ummat terbaik sebagaimana Sabda Rasulullah: “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lain”. (HR. Thabrani & Daruquthni).

Mengenai profesi lain yang digelutinya yakni sebagai konsultan, menurutnya konsultan sangat dibutuhkan untuk membangun peradaban. Konsultan garda terdepan merencanakan Indonesia lebih beradab, lebih indah, lebih nyaman dan berdaya guna. Tujuannya sesuai dengan visi dan misi INKINDO. Sebagaimana dinyatakan dalam AD/ART INKINDO, Visi INKINDO adalah : “ Terwujudnya perusahaan Jasa Konsultan yang berintegritas, profesional dan innovatif. (daus/vero)

Iklan Bawah Artikel

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.