Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Jakarta Timur – BPJS Kesehatan sebagai badan yang menyelenggarakan Program JKN-KIS senantiasa terus berupaya agar masyarakat Indonesia terjamin kesehatannya secara keseluruhan. Tidak hanya mendorong kepesertaan PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) yang lebih sering disebut peserta mandiri saja namun juga mendorong kepesertaan PPU (Peserta Penerima Upah) yaitu pekerja yang iurannya dipotong dari pendapatan yang diterima setiap bulannya.

BPJS Kesehatan memiliki beberapa cara untuk mendorong kepesertaan PPU (Peserta Penerima Upah), salah satunya dengan kunjungan pemeriksaan Badan Usaha. Pemeriksaan ini meliputi dari jumlah pekerjanya dan jumlah pendapatan yang diterima. Hal tersebut bertujuan agar pekerja mendapatkan haknya sebagai warga negara untuk menjadi peserta JKN-KIS dimana gajinya dipotong untuk menjadi peserta dan mendapatkan hak kelas rawat sesuai dengan potongan yang disetorkan.

Bentuk upaya tersebut dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur dengan melaksanakan Pemeriksaan Kepatuhan Kepada Badan Usaha di Kantor pada Kamis (9/1) bertempat diruang rapat 2 Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, Rawamangun.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

“Kegiatan ini dilakukan demi efektifitas dan percepatan cakupan semesta Jaminan Kesehatan Nasional yaitu pemanggilan beberapa Badan Usaha ke kantor sehingga menghemat waktu pemeriksaan yang biasanya dilakukan kunjungan ke Badan Usaha tersebut, karena biasanya kunjungan ke Badan Usaha akan memakan waktu diperjalanan menuju Badan Usaha tersebut,” ucap Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, Tenny Romandia.

Tenny menambahkan bahwa dengan pemeriksaan dikantor kami dapat memeriksa Badan Usaha sampai dengan rata-rata 20 Badan Usaha setiap harinya namun apabila dilakukan kunjungan maka biasanya hanya dapat memeriksa 2 sampai maksimal 3 Badan Usaha seharinya, karena bentuk Kota Administrasi Jakarta Timur yang sangat luas, paling luas diantara kota administrasi di DKI Jakarta sehingga Badan Usahanya tersebar ke berbagai wilayah.

“Kami mengapresiasi undangan pemeriksaan kepatuhan Badan Usaha yang dilakukan BPJS Kesehatan, kami tidak merasa terbebani dengan pemeriksaan ini malahan kami merasa terbantu dalam hal sinkronisasi data pekerja beserta gajinya sehingga tidak ada perbedaan perhitungan karena dilapangan ada beberapa masalah dalam penginputan pekerja menjadi peserta PPU dengan berbagai kendala sehingga perlu bantuan dari BPJS Kesehatan,” tambah Muhammad Ilham, perwakilan salah satu Badan Usaha.

Ilham berharap kedepannya BPJS Kesehatan dapat melakukan inovasi kembali seperti pemeriksaan dikantor ini dan juga pengembangan aplikasi E-Dabu sehingga PIC Badan Usaha dapat menginput pekerjanya dengan lebih mudah lagi.

Iklan Bawah Artikel


Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.