Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, proses mutasi dan promosi jabatan merupakan proses regenerasi. Keputusan untuk melakukan itu mengacu pada rekam jejak integritas dan kompetensi obyektif seorang aparatur sipil negara (ASN).

“Sejauh yang bersangkutan dinilai memiliki integritas dan kompetensi apa salahnya bila kemudian mendapat promosi,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/3).

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Mutasi dan promosi, dia mengungkapkan, merupakan bagian dari implementasi reformasi birokrasi dalam menerapkan sistem reward and punishment bagi seluruh ASN, termasuk jajaran Kejaksaan Agung (Kejagung). Sehingga ke depan dapat menciptakan profesionalisme ASN yang bertanggungjawab.

Kemudian dalam UUD 45 pasal 28D disebutkan ‘setiap orang berhak untuk bekerja mendapatkan imbalan, perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja’. Artinya, setiap PNS berhak mendapatkan perlakukan yang adil dalam pekerjaan salah satunya adalah mutasi yang adil.

Sehingga, Sahroni menyakini tidak ada nepotisme di balik promosi jabatan terhadap Bayu Adhinegoro, putra dari Jaksa Agung HM Prasetyo. Pasalnya, Bayu yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Bidang Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi Bali (Kejati Bali) dipromosikan menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat.

“Jangan karena kebetulan anak dari jaksa agung kemudian kita buru-buru secara tendensius mencapainya sebagai praktik nepotisme,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum Kejagung) Mukri menjelaskan keputusan mutasi dan promosi di Korps Adhyaksa diambil dalam rapat pimpinan yang dihadiri Jaksa Agung bersama para jaksa agung muda, di antaranya Jampidum, Jampidsus, Jamintel, dan Jamwas dengan mempertimbangkan sisi kepangkatan, kinerja, prestasi, serta integritas.

“Hal ini dalam rangka penyegaran, tour of duty. Promosi dan mutasi dilakukan secara objektif berdasarkan prestasinya, integritasnya, dan loyalitasnya,” tutupnya. (merdeka)

Iklan Bawah Artikel

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.