Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor meminta Majelis hakim menolak nota keberatan dari terdakwa karena dakwaan sudah sesuai fakta. Jaksa menegaskan bahwa dakwaan kepada Bahar bin Smith sudah cermat dan jelas siapa pelaku dan sebab akibat dari perbuatannya yang dianggap melawan hukum.

“Penasihat hukum (Bahar bin Smith) tidak cermat dan membaca. Karena di dakwaan sudah jelas menguraikan,” ucap jaksa.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Jaksa juga menanggapi soal keberatan atas peran Bahar dalam dugaan penganiayaan. Dalam eksepsi yang disampaikan pihak Bahar, luka yang dialami korban Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi akibat perkelahian mereka berdua. Jaksa menilai eksepsi yang disampaikan itu sudah jauh dari materi pokok persidangan.

Dengan uraian yang dibacakan itu, jaksa meminta hakim untuk menolak eksepsi dan menerima surat dakwaan untuk Bahar bin Smith. “Kami menyimpulkan permohonan eksepsi yang diajukan dan dibacakan adalah tidak beralasan,” kata jaksa.

Sementara itu, tanggapan dari uraian jaksa akan disampaikan hakim dalam sidang agenda putusan sela pada Kamis 21 Maret 2019 mendatang.

Sembari menunggu pekan depan, Ketua majelis hakim Edison Muhammad meminta Bahar kembali ke tahanan. Bahar sampai saat ini masih dititipkan di ruang tahanan (Rutan) Polda Jawa Barat.

“Saudara kembali lagi ke tahanan,” kata hakim.

Putusan sela ini akan menentukan nasib Bahar di persidangan. Apabila hakim menerima eksepsi penasihat hukum, kasus akan ditinjau ulang. Sebaliknya apabila hakim menolak eksepsi Bahar, sidang akan berlanjut ke pemeriksaan saksi.

Bahar didakwa melakukan penganiayaan terhadap dua remaja Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi. Dakwaan jaksa telah menguraikan detail aksi penganiayaan yang dilakukan Bahar.

Dalam dakwaan, Bahar dijerat pasal berlapis yakni Pasal 333 ayat 1 dan/atau Pasal 170 ayat 2 dan/atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP. Jaksa juga mendakwa Habib Bahar dengan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Iklan Bawah Artikel

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.