Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi menyebut anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang merangkap jabatan untuk mengembalikan gaji yang didapatkannya.

“Kembalikan uang, nanti kita minta laporannya dari Bappeda. Iya, selama masa rangkap jabatan, lumayan juga,” kata Prasetio di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (10/12).

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Dia menyebut, saat ini sejumlah anggota TGUPP yang telah mengundurkan diri ketika ketahuan rangkap jabatan. Yakni ketika ditunjuk sebagai petinggi salah satu BUMD milik Pemprov DKI Jakarta.

Politikus PDI Perjuangan itu menyatakan rangkap jabatan dapat menjadi temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat melakukan audit laporan milik Pemprov DKI Jakarta.

“Yang menjadi Dewan Pengawas (anggota TGUPP), dia punya gaji dua, enggak boleh. Haryadi kalau enggak salah namanya, kalau BPK tahu, itu temuan lho,” kata Prasetio saat rapat Banggar RAPBD DKI 2020 di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (9/12).

Karena hal itu, Politikus PDI Perjuangan itu meminta agar dapat dilakukan efisiensi. Sebab salah satu anggota TGUPP tercatat sebagai dewan pengawas rumah sakit.

“Itu dihilangkan saja, efisiensi. Kalau Dewan Pengawas punya gaji, ini (TGUPP) punya gaji, jadi temuan,” ucapnya.

Sebelumnya, anggota TGUPP Achmad Haryadi disebut sebagai anggota dewan pengawas tujuh rumah sakit di Jakarta. Hal tersebut terungkap saat rapat Komisi E DPRD DKI bersama Dinas Kesehatan.

Tim Dewas itu ditanggung bersama-sama, 7 RS pembinaan dan pengawasannya dalam satu tim itu untuk 7 RS,” kata Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Khafifah Any saat rapat di gedung DPRD DKI Jakarta, Minggu (8/12). (merdeka)

Iklan Bawah Artikel


Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.