Iklan Atas Artikel
Foto : Bangunan Rumah Milik WNA Asal Jepang, Di Batam.

Otoritasnews.co.id, Batam – Sebuah kejadian tragis yang dialami tiga warga negara asing (WNA) asal Jepang bernama Miyamoto Noriko (Mending), Itsuo Sugiura, dan Hiroto Shimoono, kejadian tragis itu ketika ketiganya ingin memperjuangkan tiga bangunan rumahnya yang berada di perumahan Shangrila Gardens, Kecamatan Sekupang, Batam kandas begitu saja.

Perjuangan yang diharapkannya mendapat sebuah hasil yang memuaskan menjadi tragis ketika salah satu oknum pengacara inisial (RR) yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang dialaminya Mala menguasai ke-tiga bangunan rumah milik WNA asal Jepang tersebut.

Tak hanya atas perbuatan oknum pengacara itu, tiga bangunan rumah milik WNA Jepang berpindah tangan di akibatkan ulah dari orang-orang terdekat ke-tiga WNA Jepang tersebut.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Tiga warga negara asing asal jepang itu pun tak berhenti sampai disitu saja untuk mendapatkan haknya atas aset 3 unit rumahnya yang beralamat di Shangrilla, Sekupang kota Batam.

Berawal dari Ny. Miyomoto Noriko meminta bantuan orang terdekatnya untuk mengurus dan memperpanjang uang wajib tahunan Otorita (UWTO). Yang disanggupi oleh orang terdekatnya tersebut.

Kemudian Ny. Miyomoto Noriko menyerahkan sertifikat empat (4) unit bangunan rumah miliknya dengan alasan untuk membayar perpanjangan UWTO di BP Batam. Tak hanya itu saja, Ia juga menyerahkan sejumlah uang sebesar 600 juta rupiah guna pengurusan UWTO, yang diterima langsung orang terdekatnya tersebut.

Berharap semua urusannya selesai sesuai yang diharapkannya ketika meminta bantuan orang terdekatnya, Mala berbagai masalah pun yang menghampirinya.

Masalah apakah itu?, Beberapa tahun kemudian, Ia malah mendapat tagihan kredit macet dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang diterima Ny.Miyomoto Noriko. Usut punya usut, ternyata sertifikat 3 unit rumah milik WNA Jepang tersebut diduga diagunkan sepihak untuk pencairan pinjaman di BPR.

Tak terima atas perbuatan orang terdekatnya, Miyomoto Noriko menempuh jalur hukum dengan meminta bantuan seorang oknum pengacara. Namun, Ketika a berharap permasalahannya dapat di selesaikan oleh seorang pengacara, justru melakukan tindakan dengan cara menguasai salah satu unit rumah miliknya.

Perjuangan tiga WNA asal Jepang itu pun menciptakan berbagai masalah akibat ulah seorang oknum pengacara inisial (RR) yang diberikannya kuasa pada tahun 2015.

Padahal, Mendiang Miyomoto Noriko sebelumnya sempat mengadukan kasus ini ke Mapolresta Barelang dengan nomor LP B/1408/2015/Kepri/SPK Polresta Barelang dengan pengaduan tindak pidana penggelapan dan atau pemalsuan tandatangan terhadap tiga unit rumah miliknya, yang dilakukan orang terdekatnya.

Tergugat dalam kasus ini berbagai pihak sejumlah 11 tergugat. yang diduga melakukan persengkokolan jahat untuk menghilangkan aset warga negara asing (WNA) asal Jepang berupa 3 unit rumah senilai 4 miliar rupiah lebih. Yang hingga kini masih mengendap dan tidak ada perkembangan.

Tragisnya, Takdir berkata lain, belum sempat mendapatkan aset rumahnya kembali. Ny.Miyomoto Noriko meninggal dunia pada tahun 2018 lalu.

Informasi yang diterima, perjuangan untuk mendapatkan kembali 3 unit rumah Mendiang pun Kini di lanjutkan oleh Itsuo Sugiura dan Hiroto Shimoono serta ahli waris mendiang, yang merupakan sepupu, keponakan dan anak kandung mendiang.

Kejadian yang dialami warga negara asing asal Jepang ini pun tentunya menjadi perhatian publik, dimana seorang WNA Jepang yang berjuang di Batam Mala dipermainkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Tentu perbuatan ini dapat berpengaruh negatif dan sebagai citra yang buruk, dimana seharusnya sebagai rakyat Indonesia sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa ini.(*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.