Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Penyaluran BBM subsidi terus diperketat. Hal ini menyusul jebolnya kuota BBM subsidi pada 2019 yang kelebihan 1,2 juta kiloliter (KL).

Kepala Badan Pengatur Hilir Migas (BPH) Migas Fansharullah Asa mengatakan, tindakan penyelewangan BBM subsidi sepanjang tahun lalu memiliki modus yang beragam. Di antaranya pengoplosan BBM, modifikasi tangki, pembelian lewat jeriken, hingga menjamurnya Pertamini tanpa izin.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

“Apabila (penyelewengan) ini terus berlanjut, maka akan berpotensi overkuota 1,4 juta KL di tahun 2020,” katanya saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Pada tahun lalu, kelebihan kuota BBM subsidi, terutama solar banyak terjadi di wilayah pertambangan dan perkebunan. Padahal, kendaraan tambang dan perkebunan tidak berhak menggunakan solar subsidi.

Untuk mengawasi penyaluran BBM subsidi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Dalam Negeri, dan Polri membentuk satuan tugas (satgas) Kuda Laut. Pembentukan tim bertujuan mengawal program penyaluran BBM subsidi.

Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, Polri tak akan kompromi terhadap adanya pelanggaran terkait penyaluran BBM subsidi. Hukuman akan diberikan kepada siapa pun yang melanggar.

“Tindakan harusnya juga dari dua sisi, dari pelanggar atau anggota yang melanggar,” kata dia.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menambahkan, pemerintah berkomitmen mengawasi proses penyaluran BBM subsidi. Hal ini penting untuk menekan impor BBM.

“Dengan penguatan pengawasan BBM di seluruh wilayah NKRI, mampu menekan impor BBM, sehingga defisit neraca perdagangan migas dapat diperbaiki,” tuturnya. (iNews)

Iklan Bawah Artikel


Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.