Iklan Atas Artikel

Batam – Salah satu kapal asal China yang diduga dipergunakan untuk melakukan penyedot pasir laut di wilayah Kepri diamankan pihak KRI Tjiptadi beberapa waktu yang lalu. Namun tak lama, kapal tersebut telah dibebaskan oleh pihak Lanal Batam dengan alasan dokumen kapal telah lengkap.

Sebelumnya, menurut informasi kapal tersebut diamankan oleh KRI Tjiptadi sekitar 6 Desember 2019 tahun lalu, pada malam hari di sekitar perairan Batam dengan nama kapal JUHAR 1 Sesuai informasi yang diperoleh media ini.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Kapal yang memiliki nama JUHAR 1 tersebut ditahan terkait kegiatan penyedotan pasir yang diduga tidak memiliki izin operasi. Kemudian pihak KRI Tjiptadi menyerahkan ke pihak Lanal Batam untuk dilakukan proses penyelidikan terkait dokumen kapal beserta ABK/Crew dalam kapal tersebut.

Dilepasnya Kapal tersebut oleh pihak Lanal Batam dibenarkan oleh salah satu narasumber kepada media ini. “Sudah dilepas Kapal nya bang. Dokumennya sudah lengkap infonya,” ucapnya.

Namun anehnya, dalam proses penanganan kapal Juhar 1 tersebut. Dimana kapal tersebut memiliki crew Indonesia dan crew asing sebanyak 9 orang diduga tidak memiliki dokumen lengkap sebagai Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia, pihak Lanal Batam maupun KRI Tjiptadi diduga tidak melibatkan pihak imigrasi ataupun instansi lainnya untuk melakukan pengecekan terhadap dokumen yang dimiliki TKA Asal RRC tersebut.

Sementara itu. Pihak PT Manakala Lintas Samudera yang bertanggung jawab atas kapal JUHAR 1 memilih bungkam saat ditanya terkait crew asing di kapal tersebut yang diduga ilegal.

“No comment, saya tidak mengerti maksud dan tujuan bapak. Bapak sebagai apa dan bapak siapa” kata Edian Ginting Direktur PT Manakala Lintas Samudera ketika dihubungi melalui pesan WhatsAppnya, 10/1/2020.

Ditempat terpisah, Nyanyang Haris Anggota DPRD Kepri Komisi III saat dikonfirmasi terkait kegiatan penyedotan pasir laut dan reklamasi di wilayah provinsi kepri mengatakan bahwa, sebelum adanya penetapan PERDA RZWP3K oleh DPRD Kepri, maka tidak boleh ada kegiatan ataupun operasi penyedotan pasir laut dan reklamasi.

” Ya saat ini belum ada penetapan PERDA RZWP3K di Kepri. Jadi tidak boleh ada kegiatan penyedotan pasir laut ataupun¬†reklamasi di wilayah KEPRI,” tegasnya.

Yang mengejutkan pula, Kepala Imigrasi Batam ditanyakan mengenai adanya crew asing yang berada di kapal Juhar 1 yang sempat ditahan KRI Tjiptadi dan dilakukan penyelidikan pihak oleh pihak Lanal Batam, Pihak Imigrasi menyatakan tidak dilibatkan terkait hal tersebut.

“Kami belum dapat info, dan tak dilibatkan. Saya meminta anggota untuk mengecek ke lokasi.” Jelas Romi Yudianto, S.H., M.H. Kepala Imigrasi Batam.

Sementara itu pula, Kasubdit Pengawasan Pengeloaan dan Jasa Kelautan Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Khalid K. Yusuf mengatakan bahwa kegiatan penyedotan pasir maupun reklamasi di wilayah provinsi dapat dilakukan jika PERDA RZWP3K telah disahkan di wilayah provinsi terkait.

“Dari sisi aturan boleh, kalau perda RZWP3K Provinsi sudah terbit” kata Khalid kepada media ini.

Dia menegaskan, jika ada kegiatan penyedotan pasir dan reklamasi yang tidak mengikuti aturan yang ada, maka dia akan mengambil tindakan secara tegas.

Kapal Juhar 1 yang menurut informasi telah berada sejak awal tahun 2019 di wilaya. Diketahui melakukan penyedotan pasir laut di wilayah perairan Batam, tepatnya di pulau Subang Emas. Dan kemudian pasir laut tersebut akan di bawah ke dalam proyek Gurindam 12 Tanjungpinang.

Menurut informasi, Kapal tersebut masih berada di wilayah perairan Batu Ampar. Dan Hingga kini, awak media ini terus melakukan penelusuran terkait dokumen TKA RRC yang berada dikapal tersebut dan izin yang dimiliki kapal tersebut dalam melakukan penyedotan pasir laut di wilayah Kepri.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak pihak Lanal Batam maupun KRI Tjiptadi belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut terkait Kapal Juhar 1 yang sempat diamankan beberapa waktu lalu di wilayah perairan Batam.(*)

Iklan Bawah Artikel


Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.