Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Seringkali ketika sedang menstruasi, wanita sulit menyempatkan dirinya untuk mengganti pembalut di waktu yang tepat seperti halnya anak remaja yang terlalu sibuk dengan urusan sekolah hingga terkadang lupa untuk mengganti pembalut.

Banyak wanita yang enggan mengganti pembalut di toilet umum karena faktor kebersihannya yang tidak terjaga. Namun bila kita sering merasa malas untuk mengganti pembalut ketika sedang datang bulan sebaiknya, hilangkan kebiasaan buruk tersebut karena jika kita malas untuk mengganti pembalut dapat memancing timbulnya bakteri yang berkembang biak di wilayah organ intim.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Berangkat dari fakta tersebut, tim Santcare universitas mercubuana dengan didukung oleh PT. Pemuda Anugrah Bangsa (PT. PAB) dalam kegiatan KPN (Kuliah peduli negeri) melakukan sosialisasi kepada para siswi SMK PRIMA WISATA untuk meningkatkan kepeduliannya dalam menjaga kesehatan reproduksi (daerah intim).

Acara yang dilaksanakan pada Rabu, 20 November 2019 ini telah bekerja sama dengan SMK PRIMA WISATA untuk melaksanakan sosialisasi di Ruang kelas yang sudah disediakan oleh pihak sekolah.

“Ada kalanya perempuan malas mengganti pembalut saat menstruasi. Kesibukan, dan bahkan toilet umum yang kotor, kerap dijadikan alasan utamanya. Padahal jika pembalut terlalu lama dipakai, justru akan membuat bakteri semakin berkembang.” Ungkap Arini Novianti ketua tim SantCare Universitas Mercu Buana.

Darah itu adalah nutrisi bagi bakteri. Jadi bakteri akan bertumbuh semakin banyak, jika bakteri yang ada di cairan vagina bertemu dengan darah menstruasi, maka bakteri akan terus berkembang. jika terus dibiarkan efek paling parah yang bisa ditimbulkan akibat tidak rutin mengganti pembalut yaitu infeksi panggul.

Dengan keadaan menstruasi tersebut, biasanya ph vagina akan sedikit berubah. Apabila tubuh tidak memiliki pertahanan yang baik, maka bakteri tersebut bisa menimbulkan infeksi pada bagian vulva. Infeksi tersebut lah yang kemudian bisa membuat bakteri merambat naik ke arah leher rahim, bahkan hingga ke rahim dan saluran telur. Dari saluran telur itu lah nantinya akan tersambung ke arah panggul. Jika perempuan terkena infeksi panggul, maka hal terburuk yang bisa terjadi selain rasa nyeri adalah sulit hamil dan pelengketan rahim serta usus.

Parahnya, gejala ini pun tidak terasa. dan baru akan terasa kalau infeksinya sudah sangat berat. Proses tersebut memerlukan waktu yang panjang dan berulang, sehingga para perempuan disarankan untuk segera meninggalkan kebiasaan menggunakan pembalut terlalu lama, dan menggantinya dengan kebiasaan baru, yaitu membersihkan daerah kewanitaan.

Frekuensi yang baik untuk mengganti pembalut adalah sebanyak 4-6 jam sekali namun frekuensi tersebut tidak bersifat mutlak akan tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Makin aktif beraktivitas dan makin ketat pakaian dalam yang dikenakan maka frekuensi untuk mengganti pembalut juga harus semakin ditingkatkan karena kelembaban yang ditimbulkan tentu akan menjadi lebih tinggi. Karena lembab, sehingga jadi tempat yang subur bagi bakteri untuk tumbuh. Program SantCare yang bertajuk “Menjaga kesehatan reproduksi wanita dengan mengganti pembalut 4-6 jam sekali” dilaksanakan di SMK PRIMA WISATA pada hari Rabu, 20 November 2019 pukul 9 pagi.

Program sosialisasi ini telah dihadiri oleh 40 audiens dari siswi SMK Prima Wisata. Agenda kegiatan yang telah dilakukan oleh tim SantCare Universitas Mercu Buana dimulai dengan sambutan- sambutan yang dihadiri tamu undangan yaitu Ibu Nurhayani Sagari selaku dosen pengampu mata Kuliah Peduli Negeri Universitas Mercu Buana, Ibu Mulia selaku Guru SMK Prima Wisata dan Ibu Gina Fitriyani dan Dyah Anggraini selaku perwakilan pihak sponsor PT. Pemuda Anugrah Bangsa (PAB). Selanjutnya ketua SantCare, Arini Novianti menyampaikan data dan fakta mengenai menjaga kesehatan reproduksi wanita.

“Saya merasa senang diadakannya acara edukasi seperti ini, semoga setelah terselenggaranya kegiatan ini para siswi SMK Prima wisata lebih memahami pentingnya kesehatan daerah intim, dan selalu menjaga kebersihan daerah intim,” ungkap Ibu Mulia selaku guru SMK Prima wisata.

Sosialisasi ini juga terdapat sesi Tanya jawab serta hadiah menarik persembahan dari sponsor-sponsor kita yaitu PT. Pemuda Anugrah Bangsa (PAB), PT. Kao, dan Wardah. Hadiah tersebut merupakan dukungan yang dipersembahkan dari pihak sponsor untuk terselenggaranya acara sosialisasi ini.

Tim SantCare Universitas Mercu Buana berharap untuk para remaja terutama para siswi SMK prima Wisata lebih mempunyai kesadaran diri untuk memperhatikan kesehatan dan kebersihan alat reproduksi (daerah intim).

Iklan Bawah Artikel


Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.