Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id, Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP memberikan arahan di Gedung F Kementerian Pertanian pada hari Senin (11/2/2019) dalam acara Sosialisasi Pengadaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja Penyuluh Pertanian Tahun 2019 mengatakan, ada rencana penerimaan tapi kita lihat pendaftarannya kapan. Mentan minta penekannya tolong seluruh kabupaten provinsi se Indonesia kawal saudara-saudara kita itu dengan baik supaya lolos tes.

“Jujur setiap momentum yang bagus kami selalu perjuangkan, mulai moratorium diterima 6.000 orang lebih dengan perjuangan yang tidak mudah. Presiden kita sangat bijak, menghargai, menghormati, menyayangi kita semua termasuk pegawai terendah yaitu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), jumlahnya kurang lebih 17.000 orang yang ikut tes dari Menpan RB,” ucap Andi Amran.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Kita ada pengalaman, ada ilmu sedikit, ada sejarah, Einstein goncang dunia hanya tidak tamat SD, kita gunakan teori-teorinya dan Dia pernah mengatakan aku bukan orang pintar dan aku bukan orang cerdas tapi aku mampu bertahan dalam waktu yang lama dalam kondisi sulit, itulah PPL.

Dikatan Mentan, PPL mirip Einstein karena dia mampu bertahan dalam kondisi Tenaga Harian Lepas (THL) 13 tahun. Itu hebatnya PPL, kebetulan kami hanya 1 tahun 7 bulan, saya bertahan sehingga kemudian diangkat.

PPL kalau ujian lapangan sudah lulus terutama yang Tenaga Harian Lepas (THL). Dikatakan Mentan, karena yang rajin biasanya THL. Investasi naik 110%, ekspor naik 29%, terkadang hanya dipersepsikan pertanian hanya beras padahal kita mengurus 460 jenis komoditas.

Ini yang menarik kerja PPL, pendapatan domestik bruro (PDB) sektor pertanian dari 900 trilyun memjadi 1.406 trilyun dan ini di tandatangani oleh BPS dan BKPM supaya jangan lagi ada polemik, juga sudah disampaikan kepada presiden ini raportnya pertanian, ini kerjanya THL TB PPL.

Mereka yang terdepan, mereka yang dilapangan dan hasil kerjanya jelas dan terukur. Diibaratkan raport dengan IP 4.0 dan tingkat kesejahteraan naik. Kemiskinan di pedesaan turun.

Dulu pengelolaan keuangan disclaimer. Pertama dalam sejarah laporannya wajar tanpa pengecualian (WTP) dibawah pemerintahan Jokowi JK. Prestasi pengadaan terbaik macam macam, dulu kedengaran ada masalah sekarang grativikasi terbaik. Sapi baru THL.

Sapinya berbobot 2 ton diberi nama Gatot Kaca dan ini pertama lahir di Asia. Ini sudah lahir 400 ekor. Kami beli spermanya di Netherland dengan harga Rp.15 juta pertetes. Satu sapi empat kali bunting Rp.60 juta sekali lahir.

Kata Andi Amran, kita sudah beli spermanya sudah lahir 400 ekor dan yang berhasil melakukan akan dipromosikan dan naik pangkatnya tanpa pakai tes. Kita butuh hasil bukan butuh proses.

Ternyata menghasilkan sapi berbobot 2 ton dalam 2 tahun dengan harga Rp.200 juta. Nah kalau dipelihara 10 saja, kalah itu dirjen gajinya. Makanya kalau mau kaya jadi masuk di pertanian. Andi Amran melanjutkan, Kami sudah siapkan spermanya, yang mau pensiun langsung ambil spermanya saja 4 tetes sudah satu ekor, sekali orgasme 4-6 juta semen beku.

Kalau orgasme tiap hari 500 ekor apa tidak penuh ini Indonesia dengan sapi berkualitas. Kita akan gratiskan untuk rakyat Indonesia. Sudah kita gratiskan sebanyak 3 juta. sekarang ini sudah 4 tahun dengan 300 juta kelahiran.

“Ini memang longterm, inilah kerja PPL, jadi nanti aku promosikan tanpa tes karena yang dihasilkan ekspor naik , investasi naik, inflasi luar biasa, menghasilkan bibit unggul.

Iklan Bawah Artikel

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.