Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melarang minyak curah mulai 1 Januari 2020. Dengan kata lain, seluruh minyak goreng yang dijual harus dalam bentuk kemasan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, keputusan ini diambil setelah industri minyak goreng siap menerapkan aturan yang dibuat pemerintah tersebut.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

“Setelah pengunduran beberapa waktu bersama para industri minyak goreng, kita sepakati per tanggal 1 Januari 2020 seluruh produsen wajib menjual atau memproduksi minyak goreng dalam kemasan,” ujarnya di Sarinah, Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Mendag menjelaskan, aturan soal kewajiban minyak goreng kemas sudah dibuat pada 2014 dan akan diberlakukan secara efektif pada 1 April 2017. Namun, penerapan ditunda karena produsen belum siap memperluas unit pengemasan

Untuk minyak goreng kemasan, kata Mendag, pemerintah dan industri sepakat dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp11.000 per liter.

“Hari ini saja dalam launching Rp8.000 per liter,” katanya.

Pria kelahiran Cirebon tersebut mengatakan, produksi minyak goreng saat ini mencapai 14 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, 5,1 juta ton untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan sisanya diekspor.

Untuk minyak goreng dalam negeri, separuhnya masih diproduksi dalam bentuk curah. Mendag berharap, seluruh konsumen meninggalkan minyak goreng curah.

“Diharapkan konsumen Indonesia menggunakan minyak goreng kemasan hasil produksi dalam negeri yang lebih higienis dan sehat,” ucap dia. (iNews)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.