Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Muslim Jaya Butar Butar Calon Anggota Legislatif (caleg) DPRD Provinsi nomor urut 3 dari Partai Golkar  Daerah Pemilihan (dapil) Jawa Barat 8, melihat Bekasi sebagai kota penyangga ibukota sampai saat ini belum memiliki universitas negeri.

Untuk itu salah satu misi alumnus Universitas Sumatra Utara (USU) ini sebagai caleg adalah akan mengawal dan menggoalkan kota Bekasi agar  segera memiliki Universitas Negeri.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

“Kota Bekasi kedepan harus dikawal  dan di goalkan untuk punya Univeritas negeri, karena sampai saat ini kota Bekasi belum punya. Coba lihat daerah lain selelilingnya   yang setingkat  seperti Garut, Cimahi, Kuningan, Tanggerang. Bogor dan lainnya sudah punya universitas negeri,” kata Muslim Jaya kepada Otoritasnews.co.id. di bilangan, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Jaya menilai,  Bekasi sebagai kota penyanggah ibukota, setelah tinggal di ibukota orang tinggal di Bekasi. Tapi Bekasi  tidak punya yang Universitas negeri.

“Nah inilah salah satu misi kita kedepan bagaimana, supaya DPRD Provinsi mengawal masalah ini, mengawal agar bisa menggoalkan kota Bekasi punya universitas negeri,” tegasnya.

Menurutnya memang, persyaratan universitas negeri itu tidak mudah,  ada salah satu contoh mungkin yang bisa di akuisisi diambil alih adalah Unisma 45 Bekasi.

PemkotBekasi dengan dibantu DPRD Bekasi  Jawa Barat bisa membuat gebrakan bagaimana Unisma 45 bisa diakuisisi menjadi universitas negeri.

Lahan kan banyak dikota Bekasi, Saya kira lahannya cukup lah untuk bisa diambil alih demi kepentingan Lembaga Pendidikan, tandasnya.

Jaya juga berharap sektor pendidikan di Bekasi memang harus dibenahi  Karena realitas yang ada Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Bekasi terbatas.

“Kalau bahasanya pak walikota itu memang Bekasi terbatas SDM nya sehingga dari sisi administratif pemerintahan kota Bekasi itu belum sama dengan daerah lain,  kelemahannya distu,” ujar Jaya.

Sementara itu dia juga berharap dari sektor kesehatan, Kartu Sehat yang difasilitasi oleh Pemkot Bekasi seyogyanya sistim birokrasinya  kepengurusannya diperbaiki jangan lagi berbelit belit.

“Urusan Kesehatan jangan dijadikan untuk kepentingan sesaat, begitu ketika mencalonkan menjadi calon walilota membuat Kartu Sehat,  tetapi setelah terpilih Kartu Sehatnya berbelit belit  birokrasinya,” ucapnya.

Harapan kita kartu sehat  bisa tetap dapat digunakan di rumah sakit manapun di kota Bekasi. Karena berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa kartu sehat berbelit belit birokrasinya. Harus ada dulu rujukan rujukan dalam aplikasinya, inikan bertentangan dengan semangat awal. Saat Kartu Sehat duluncurkan disebutkan bahwa Kartu  bisa digunakan kapan dan dimana kita berada. (daus/isty)

Iklan Bawah Artikel

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.