Iklan Atas Artikel
Komunitas KARPET KUNING BATAM, Gelar Pameran Senjata Pusaka Khas Sulawesi Selatan. Di Acara Pengukuhan KKSS Di Halaman Gedung Daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

Tanjungpinang – Dalam Pengukuhan Badan Pengurus Wilayah Kepri dan Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten/Kota Se-Kepri, Pameran Senjata Pusaka khas Sulawesi Selatan (Bugis) menjadi gaya tarik tersendiri dalam acara tersebut.

Pameran senjata pusaka khas Sulawesi Selatan di pengukuhan KKSS yang digelar di halaman depan gedung daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang, 7 September 2019. Di Pamerkan oleh Komunitas Pemerhati Pusaka dan Budaya (KARPET KUNING Batam).

M.yusran atau yang biasa disapa daeng Yoes mengatakan, Tujuan menggelar sebuah pameran pada acara pengukuhan KKSS di gedung daerah Provinsi Kepri di Tanjungpinang tersebut, agar dapat mengingatkan kembali warga Bugis, bahwa Bugis memiliki berbagai jenis Senjata pusaka yang patut di lestarikan.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

“Kebetulan kita dari Komunitas Pemerhati Pusaka dan Budaya, dan niat kita hadirkan pameran ini, agar warga bugis yang mungkin telah lupa dan tidak mengetahui. Bisa ingat dan tau bagaimana bentuk senjata pusaka milik Bugis. Mengingat kita ini berada di perantauan, jadi malu kita sebagai orang Bugis jika tidak tau senjata pusaka milik kita sendiri,” Ujar Daeng Yoes.

Dalam Pameran Pusaka Khas Bugis yang digelarnya tersebut, Ia mengungkapkan berbagai nama Senjata pusaka miliknya itu.

“Ada gecong, raja, sari, taeng, luwu, lompo battang, panjarungang, kebetulan senjata pusaka yang kita pamerkan ini langsung kita datangkan dari Sulawesi Selatan,” Katanya.

Daeng Yoes juga mengungkapkan Bahwa, tujuan pameran yang digelanya tersebut, sebagai bentuk melestarikan adat dan budaya yang dimiliki Sulawesi Selatan. “Sebagai putra Sulawesi Selatan. dimana pun kita berada, tentunya kita tetap menjaga adat dan budaya kita sendiri. Agar hal ini tidak punah dengan berbagai perkembangan  yang dapat dikatakan, adat dan budaya sudah mulai terlupakan oleh sebagian generasi muda kita,” Sebutnya.

Selain itu, Dengan pameran senjata pusaka yang dilakukannya pada acara pengukuhan KKSS di halaman depan gedung daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang, ia berharap agar masyarakat Kepri dapat mengenal lagi adat dan budaya yang dimiliki Sulawesi Selatan.

“Saya mengajak kepada semua saudara-saudara ku dari Sulawesi Selatan agar tetap melestarikan adat dan budaya kita dan semoga dengan Pameran ini, masyarakat Kepri yang mungkin belum begitu mengetahui jenis senjata pusaka khas Bugis, bisa lebih mengenal dan mengetahuinya,” Harapnya.

Tak hanya itu saja. Dalam acara pengukuhan KKSS tersebut, terlihat warga Sulawesi Selatan terlihat tampan dan cantik dengan pakaian Adat Sulawesi Selatan yang dikenakan pada acara tersebut.

Dan adanya penampilan tari tradisional khas Sulawesi Selatan “Angin Mamiri” menambah kemeriahan dalam acara pengukuhan KKSS tersebut.

Artinya, meski warga Bugis yang telah merantau di tanah bunda Melayu (Kepri) warga Sulawesi Selatan tetap terlihat menjaga kelestarian Adat dan budaya Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Dalam Kata sambutan Plt Gubernur Kepri, Diakui Isdianto, sejauh ini warga Bugis sudah banyak memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan di Kepri. Dalam perjalanan sejarah Melayu, orang-orang Bugis sudah ikut berjuang dan bahkan menjadi pahlawan nasional. Seperti sebuah ikatan sapu lidi, warga Sulawesi diharapkan menjadi pelengkap ikatan sapu lidi tersebut.

“Kami mau warga Sulawesi yang ada di Kepri menjadi bagian dari sapu lidi yang kuat. Bersama-sama kita membangun Kepri,” kata Isdianto.

Plt Gubernur Kepri.

Dalam kesempatan itu, Isdianto dianugerahi pakaian khas Bugis yang disebut jas tutu, lengkap dengan peci dan Senjata Pusaka badik.(*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.