Iklan Atas Artikel

 

Otoritasnews.co.id.Tanjungpinang-Pasca ditetapkan sebagai Tersangka dalam Kasus dugaan Money Politik (Politik uang) M. Apriyandi Caleg DPRD Kota Tanjungpinang dari  Partai Gerindra,  Daerah Pemilhan Tanjungpinang  Timur diperiksa oleh Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) di Satreskrim Polres Tanjungpinang sebagai tersangka, Jumat (25/05/2019)

Berdasarkan pantauan awak media di Satreskrim Polres Tanjungpinang, M. Apriyandi diperiksa penyidik Sentral Gakkumdu dari Kepolisian didampingi oleh salah satu Kuasa hukumnya yakni Sabri Hamri SH.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Kuasa hukum M. Apriyandi Sabri Hamri SH yang dikonfirmasi melalui WhatsAppnya belum memberikan komentar terkait pemeriksaan kliennya sebagai tersangka. Namun berdasarkan pantauan awak media hingga pukul 16.00 Wib, M. Apriyandi didampingi kuasa hukumnya masih menjalani pemeriksaan dilantai I Satreskrim Polres Tanjungpinang

Sebelumnya diberitakan bahwa Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu), menetapkan tersangka terhadap tiga calon anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari Partai Gerindra M. Apriyandi, Ranta dan dari Partai Garuda, Kamis (23/05/2019)

Kordinator Sentra Gakkumdu dari Kepolisian yang juga merupakan Kasat Reskrim AKP Efendri Alie membenarkan jika penyidik telah menetapkan status tersangka terhadap caleg-caleg tersebut. Bahkan selain ketiga caleg, ada empat tersangka lain yang juga ikut ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing adalah timses dan kordinator

“Empat tersangka lain perannya membantu caleg untuk membagi-bagi uang, inisal W dan W korlap dari caleg Gerindra dan inisial Ag dan Ay korlap dari caleg Garuda,”Kata Efendri Alie

Penetapan tersangka tersebut setelah penyidik melakukan gelar perkara, sehingga ketujuh orang tersebut resmi ditetapkan sebagai tersangka. Sejumlah saksi Ahli juga turut dimintai keterangan oleh penyidik

“Gelar perkara tersebut untuk menaikan status para pihak-pihak yang selama ini kita lakukan sidik masih sebagai saksi, kemarin sudah final kita menetapkan tujuh orang tersangka, SPDP sudah kita kirim ke Kejaksan “Kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang ini

Ketujuh tersangka diancam dengan pasal 523 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemiliham Umum. Ancaman maksimal empat tahun dan denda Rp 48 Juta (Suaib)

Iklan Bawah Artikel

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.