Iklan Atas Artikel

 

FR salah satu Kasubbag di Kesbangpol Provinsi Kepri yang ditangkap Satreskoba (Foto: Suaib)

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Otoritasnews.co.id.Tanjungpinang- FR (40), warga Jl Hang Lekir Perum. Mahkota Alam Raya Blok Gladiol 3 No 18A Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, merupakan salah satu Kasubbag di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepri, ia ditangkap saat melakukan mengkonsumsi sabu-sabu di rumah Aparat Sipil Negara (ASN) Balai Pemasyarakatan Kelas II Tanjungpinang berinisial MH (38), Selasa (18/06/2019)

Informasi yang didapatkan Otoritasnews.co.id, MH merupakan pindahan dari Batam, ia belum lama ditempatkan di Balai Pemasyarakatan Tanjungpinang

“Dia itu baru berapa bulan saja di Bapas bt 2. Sebelumnya ia itu dari Batam.”Ungkap salah satu sumber kepada Otoritasnews.co.id

Sementara FR, merupakan pejabat eselon IV dan menduduki jabatan Kasubbag dilingkungan Kesbangpol Provinsi Kepulauan Riau

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kepri belum berhasil dikonfirmasi terkait penangkapan anak buahnya oleh Satresnarkoba Polres Tanjungpinang tersebut.

Sebelumnya Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi melalui Kasat Resnarkoba AKP R M R Moch Dwi Ramadhanto melalui keterangan persnya mengatakan bahwa pihaknya menangkap lima tersangka dalam kasus penyalahgunaan Narkoba, diantaranya masing-masing berinisial RFH,DAM, RA, MH dan FR

Kronologis penangkapan tersebut berawal informasi dari masyarakat ada seorang laki-laki diduga memiliki dan menyimpan diduga narkotika jenis sabu dan ekstasi

“Kemudian anggota melakukan penyelidikan, dan mendapatkan  informasi bahwa laki-laki tersebut berada disebuah rumah di Jl. Hang Lekir Perum, Mahkota Alam Raya Blok Gladiol 3 No. 18A Kelurahan Batu IX Kecamatan Tanjungpinang Timur. Setibanya dilokasi tersebut anggota Satresnarkoba mengetuk pintu dan dibuka oleh seorang laki-laki mengaku bernama FR. Anggota
Satresnarkoba masuk dan didapati laki-laki mengaku bernama MH dikamar bagian tengah, dan 2 orang laki-laki mengaku bernama RFH dan DAM dikamar bagian belakang.”Jelasnya

Penangkapan dan penggeledahan tersebut disaksikan oleh Security setempat, dan anggota Satresnarkoba dibagian kamar tengah menemukan satu buah kotak plastikkecil dilantai yang setelah dibuka berisikan 1 (satu) paket diduga narkotika jenis sabu dibungkus plastik bening dan 1 bungkus plastik berisi 10 (sepuluh) butir diduga narkotika jenis pil ekstasi berbentuk kodok warna hijau yang diakui kepemilikannya oleh MH.

Lalu dikamar bagian belakang ditemukan dibawah kasur 1 buah pipet kaca merk FANBOO berisi sisa pakai diduga narkotika jenis sabu dan saat diinterogasi FR, MH, RFH, dan DAM mengaku baru saja selesai mengonsumsi diduga narkotika jenis sabu.

“Anggota Satresnarkoba melanjutkan penggeledahan dikamar bagian
belakang ditemukan didalam toilet kamar seorang laki-laki yang sedang bersembunyi mengaku bernama RA dan setelah diinterogasi RA mengaku juga ikut mengonsumsi diduga narkotika jenis sabu didalam kamar bagian belakang tersebut.”jelasnya

Dari tangan tersangka polisi masing-masing mengamankan barang bukti, diantaranya tersangka MH didapatkan satu paket sedang diduga narkotika jenis sabu seberat 23,97 gram, 10 butir diduga narkotika jenis pil ekstasi berbentuk kodok warna hijau seberat 3,19 gram,1 buah kotak plastik bening  dan 1 unit handphone merk XIAOMI REDMI NOTE 5A warna putih beserta kartu didalamnya.

Tersangka FR, 1 buah pipet kaca merk FANBOO berisi sisa bekas pakai diduga narkotika jenis sabu, 1 buah tutup botol plastik yang sudah dirakit, 8 buah pipet plastik, 1 buah mancis atau  korek api gas, 1 unit handphone merk SAMSUNG GALAXY A5 2017 warna gold beserta kartu didalamnya

Tersangka RA 1 unit handphone merk SAMSUNG GALAXY J7 PRIME beserta kartu didalamnya, terhadap tersangka RFH didapatkan 1 unit handphone merk XIAOMI REDMI NOTE 5A  warna putih beserta kartu didalamnya dan tersangka DAM 1 unit handphone merk LENOVO warna hitam beserta kartu didalamnya.

“Total barang bukti yang diamankan dari lima tersangka adalah  27,16 gram.”jelasnya

MH, FR, dan RA, dijerat dengan
Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) ditambah 1/3 (sepertiga)

Sementara RFH dan DAM dijerat Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Juncto Pasal 132 ayat (1) Atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Iklan Bawah Artikel

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.