Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id, Jakarta – Pemerintahan semakin serius dalam hal pemberantasan organisasi masyarakat yang bertolak belakang dengan Pancasila dan UUD 1945.

Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Satria Kita Pancasila (DPP SKP) gelar rapat dalam rangka persiapan pelantikan pengurus dan pemberian SK bertempat di Perumahan Bukit Cinere Megapolitan, Sabtu Sore (7/9/2019).

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Pada kesempatan tersebut media Otoritasnews.co.id mewancarai Stephen Yordan, Waketum SKP yang juga seorang entrepreneur mengatakan, Pada dasarnya kita sebagai anak muda kembali lagi agar paham arti Pancasila yang sebenarnya.

“Kita harus menggunakan pendekatan millenial pada umumnya, gaya lama gak bisa lagi kita gunakan. Cara pendekatan kita menggunakan cara mereka agar kita bisa masuk, dan akhirnya mereka paham kembali tentang Pancasila itu seperti apa,” ucap Waketum Stephen.

“Kita merindukan negara ini aman damai, semua sejahtera seperti dulu tidak ada perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan. Kembali lagi dasarnya kepada Pancasila,” ungkap Stephen.

Apa yang kita berikan teman-teman bisa masuk pada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika. Kita harus satu visi dan juga bisa mensupport pemerintah dengan baik.

“Berita hoax hingga timbul kerusuhan dapat membuat gap sesama kita yang selama ini yang dirasakan aman dan nyaman saja.

Karena mereka sudah lupa pada ideologi Pancasila maka timbul kejasian yang tidak baik,” ujar Stephen.

Stephen mengungkapkan, Saya mengutuk keras dan jangan sampai kejadian tersebut terulang kembali. Kita haruc ciptakan bangsa ini rasa aman, nyaman, damai sejahtera, dan membangun bangsa ini bersama dengan baik.

Saya pikir sangat bagus dan brilliant sekali karena kami para anak muda yang millenial kurang diperhatikan. Dari dulu para orang tua yang mengisi posisi penting di pemerintahan. “Sekarang bapak Jokowi menempatkan para anak muda yang potensial masuk ke jajaran kabinetnya. Ide seperti itu sangat bagus,” imbuh Stephen

“Kami anak muda ini seperti ada wakilnya dan mengapresiasi banget luar biasa,” terangnya.

Kita secara pribadi harus tetap tenang, jangan terpancing isu hoax, kita lakukan dengan pendekatan yang baik antar sesama warga negara. Hubungan persahabatan itu agar dibangun kembali.

Untuk itu anak muda harus ada wadahnya sehingga kita bisa melakukan pendekatan, seperti kita buat acara-acara millenial, olah raga yang semuanya itu harus di support.

“Secara keagamaan pun kita Welcome untuk pendekatan seperti itu. Melalui Ketum kita Pak Andreas juga berperan sangat aktif banget menyadarkan kepada kita semua pentingnya kebersamaan, kembali lagi ke Bhineka Tinggal Ika, Apa arti Pancaila, Keadilan untuk seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya dengan lugas.

Lebih jauh Waketum SKP, Stephen Yordan menerangkan, Pesan yang beliau berikan kita berikan dan sampaikan juga kepada sesama kita mungkin dari Keluarga dulu, lalu kerabat, tetangga, teman bisnis, pekerjaan dan sebagainya.

Dialog antar sesama pemuka agama itu penting untuk menciptakan suasana kembali lagi tenang, nyaman, damai, sejahtera.

Kita melakukan upaya dengan pendekatan malalui Kementerian/ Lembaga (K/L) seperti dulu ada pembelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) jaman sekolah kita dulu. Bagaimana dengan hal baru yang pemerintah buat, pesan dan makna Pancasila ini kembali masuk pada murid yang paling dasar supaya mereka tahu dan paham Pancaila sebagai ideologi bangsa dan makna sebenarnya.

Kita harus meluruskan kembali kepada dasar negara kita yaitu Pancasila. Kejadi kemarin agar jangan terulang kembali.

Kerinduan saya melalui wadah ini dari SKP bisa menciptakan entrepreneur baru yang bermanfaat bagi bangsa dan negara yang betul betul berjiwa patriotisme dan berideologi Pancaila, itu kereen banget kalo para anak muda berkaya tapi tetap Pancasila.

Diwaktu berbeda, Andreas PV Sumual, Ketum SKP mengatakan, SKP memang sudah terbentuk dan sedang persiapan Munas seluruh DPW yang ada. Sebelum Munas kita akan adakan pelantikan terlebih dahulu dengan memberikan SK-nya kepada mereka.

“Anemo masyarkat-pun sudah sangat tinggi dengan terbentuknya Satria Kita Pancasila (SKP). Berkaitan dengan Visi Misi organisasi kita ingin menjadi ormas yang merasa dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia, dimana ormas itu memang harus mengutamakan masyarakat,” ucap Ketum.

“Kita menjadi perpanjangan dari pemerintah dan masyarakat. Kita berada ditengah-tengah, karena filosofi dari Pancasila itu adalah perdamaian dan kesatuan yang harus kita usung,” ujarnya.

“Mudah-mudahan kedepannya, kita menjadi sebuah organisasi yang berada pada pihak yang baik, benar, positif dan tentunya untuk kepentingan persatuan bangsa,” ucap Ketum Andreas.

Banyak sekali yang akan dilakukan organisai Satria Kita Pancasila ini, kita mengusung langsung program-program dari Pak Joko seperti penguatan SDM dan Poros Maritim.

Kita punya program kemaritiman dan kedirgantaraan, ini perlu ditingkatkan dan sesuai nawacita salah satunya.

Dengan memajukan kemaritiman ini memperbesar peluang Indonesia akan lebih jauh tinggal landas kemajuannya. HaI ini belum banyak tersentuh dan terangkat dari negara yang seharusnya nusantara ini negeri kepulauan yang lebih besar lautannya.

Dengan 17ribu pulau dan 1.200 kulturnya ini adalah amat sangat membanggakan kita semua yang menjadi sumber daya yang bagus dan baik sekali apabila dapat dikelola dengan benar dan baik.

Mudah-mudahan kita mendukung program bapak Jokowi menguatkan sumber daya manusia dan tidak menjadi negara yang tidak konsumtif lagi tapi negara kreator, yang produktif menghasilkan karya-karya baru sekarang hingga kedepannya.

Kalau yang muda mempunyai kemampuan dan kompeten dibidangnya semoga bapak Jokowi bisa menempatkan mereka untuk membantunya dengan tepat. The right man and the right place sudah seharusnya dan bisa nemajukan negara kita.(Guffe)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.