Iklan Atas Artikel
Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk Bersama Investor Asal Amerika dan Ketua Umum Kadin Kepri, Akhmad Ma’ruf Maulana.

Amerika – Dari Chicago ke New York dan Los Angeles, perjuangan luar biasa Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Batam dan Kepri, untuk mendatangkan Investor ke kota Batam, akhirnya membuahkan hasil yang tentunya menjadi berita baik untuk masyarakat kota Batam.

Kadin Batam dan Kepri, diketahui terus berjuang menyakinkan para investor negara-negara Eropa maupun Asia, bahwa kota Batam adalah kota yang baik untuk berinvestasi.

Pada kesempatan ini, Kadin Batam dan Kepri, berhasil menarik investor asal Amerika Serikat (AS), yang diketahui telah resmi berinvestasi ke kota Batam melalui penandatanganan kontrak kerjasama di dalam pertemuan di Amerika Serikat.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk mengungkapkan kepada Media ini, Bahwa Perusahaan asal Amerika ini resmi berinvestasi di Indonesia, tepatnya di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) tersebut mencapai USD 50 juta.

Dalam penandatangan itu, Kadin Batam dan Kepri didampingi oleh Konjen RI di Chicago Rosmalawati Chalid, SekDirjen Kementerian Luar Negeri, Perwakilan BKPM di Chicago Amerika dan Kadin Indonesi Komite Amarika Serikat (KIKAS).

“Adapun kerjasama Kadin Batam dan Kadin Kepri ini tentang perdagangan dan investasi pengusaha Amerika ke Indonesia khususnya Batam Kepri,” kata Jadi, Jum’at,15/11/19.

Jadi menjelaskan bahwa Perusuahaan asal Amerika Serikat itu tertarik berinvestasi ke Batam karena Batam masih dengan kebijakkan Free Trade Zone.

“Rencananya mereka akan mengembangkan usahanya ke Asia dan Indonesia yaitu Batam yang mereka ketahui sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ), tentunya kebijakan FTZ tidak berubah dan Batam tetap mendapatkan fasilitas Free Trade Zone (FTZ) dalam percepatan realiasasi kerjasama,” ungkap Jadi Rajagukguk melalui pesan WhatsAppnya.

Jadi berharap dengan adanya investasi yang dibawa oleh Kadin tersebut ke kota Batam akan mendapatkan kenyamanan dan pemudah berinvestasi. Dirinya pun berharap agar kebijakkan FTZ tidak berubah karena menjadi satu daya tarik investor untuk berinvestasi dikota Batam.

“Mereka mau berinvestasi karena kebijakkan FTZ, harapan kami kebijakan ini tidak berubah,” tegasnya.

Jadi menambahkan Bahwa, kadin Batam dan Kepri dalam hal ini, akan terus berusaha mengembalikan kejayaan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam, dengan menarik investor sebanyak-banyaknya ke kota Batam.

“Komitmen kita, kita akan terus berusaha mengembalikan kejayaan Batam dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam minimal 7 persen,” Terangnya.

Sekadar diketahui, Amerika Serikat merupakan mitra dagang terbesar keempat bagi Indonesia, setelah Cina, Jepang dan Singapura.

Total perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat meningkat dalam dua tahun terakhir. Total perdagangan kedua negara mencapai USD 28,62 miliar pada 2018. Jumlah ini meningkat sebesar 10,42 persen dari USD 25,92 miliar di tahun 2017.(*)

Iklan Bawah Artikel


Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.