Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini melemah. Rupiah menuju ke level Rp14.000-an per USD.

Mengutip Bloomberg Dollar Index, Rabu (11/12/2019) pukul 9.54 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 12,3 poin atau 0,09% ke level Rp14.031 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.015-Rp14.031 per USD.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah 24 poin atau 0,17% ke level Rp14.025 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp13.990 – Rp14.031 per USD.

Terkait pelemahan rupiah tersebut, Pengamat Ekonomi Nasional, Hardi Fardiansyah mengatakan rupiah saat ini belum stabil karena efek dari ketidakpastian perdagangan Amerika Serikat (AS)-China.

“Rumah kelihatan masih naik turun “Up And Down” ini berefek dari ketidakpastian kesepakatan perdagangan AS – China,” jelas Hardi saat dihubungi Otoritasnews.co.id, Rabu (11/12/2019).

Menurut Hardi, perang dagang AS -China memiliki pengaruh yang sangat luas, utamanya di bidang ekonomi. Sebab, kata dia, kedua negara ini merupakan negara terkuat di bidang ekonomi.

“Ekonomi China memang tumbuh dan berkembang di banyak negara, jadi boleh dibilang China telah menguasai ekonomi dunia Internasional,” cetus Hardi.

Meskipun kurs rupiah belum stabil, namun Hardi berharap Bank Indonesia sebagai Bank Sentral lebih profesional dalam menjaga dan mengelola kurs rupiah.

“Saya pikir peran BI sangat signifikan dalam mengelola mata uang rupiah. Oleh karena itu saya berharap BI lebih profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai bank sentral di Indonesia,” tutupnya. (AR)

Iklan Bawah Artikel


Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.