Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Jamaah haji Indonesia mulai dipulangkan ke Tanah Air, kemarin. Sebanyak 5.553 jamaah dari 13 kelompok terbang (kloter) diterbangkan ke Indonesia melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah dari mulai pagi hingga tadi malam Waktu Arab Saudi (WAS).

Pemulangan jamaah haji sesuai jadwal, yakni sejak pukul 08.15 WAS dan berlangsung secara bertahap hingga malam pukul 22.40 WAS. Kloter 1 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) menjadi jamaah haji pertama yang terbang menuju Indonesia. Sedangkan kloter 1 Embarkasi Batam (BTH) menjadi penutup pemulangan hari kemarin.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Kepala Seksi (Kasie) Kedatangan dan Pemberangkat Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Cecep Nursyamsi mengatakan, terdapat 13 kloter yang diterbangkan pada hari pertama pemulangan jamaah haji Indonesia, kemarin.

Masing-masing kloter 1, 2, 3, 4 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS); kloter 1, 2, 3 Embarkasi Surabaya (SUB); kloter 1 Embarkasi Lombok (LOP), kloter 1 Embarkasi Batam (BTH), kloter 1 Palembang (PLM), kloter 1 Padang (PDG), dan kloter 1 Ujung Pandang (UPG). “Sejauh ini proses pemulangan lancar,” kata Cecep kepada tim Media Center Haji (MCH), kemarin.

Setelah tiba di bandara, jamaah beristirahat sekitar satu jam plaza sambil menikmati makanan yang sediakan oleh PPIH. Di tempat itu, petugas maskapai juga mengingatkan jamaah hanya membawa pulang tas kabin dan tas paspor resmi yang diberikan oleh pemerintah. Tas dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) atai tas tentengan lain harus ditinggalkan.

Petugas juga meminta jamaah untuk mengeluarkan air zamzam dari koper. Sebab, bawaan tersebut akan tetap terdeteksi oleh x-ray ketika akan masuk ke dalam pesawat. “Jika tetap membawa air zamzam akan dibongkar,” kata petugas dari Maskapai Saudi Arabia Airlines melalui pengeras suara.

Meski sudah diingatkan tetapi masih banyak jamaah yang enggan meninggalkan tas tentengan mereka. Bahkan, mereka menggunakan tas paspor milik KBIH. Namun, aturan maskapai Saudi Arabia Airlines cukup ketat.

Sebelum masuk ke ruang Imigrasi, kembali menyortir barang bawaan jamaah. Tas atau barang tentengan selain yang diperbolehkan harus ditinggalkan. Beberapa barang yang ditinggalkan antara lain air minum dalam kemasan botol, sandal tas paspor KBIH, air zamzam, kecap, rice cooker, pemanas air listrik, dan lainnya.

Barang-barang ini kemudian diambil oleh para pekerja Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Setelah meninggalkan barang-barang bawaan yang melebihi aturan, jamaah kemudian diperbolehkan masuk ke ruang Imigrasi untuk menjalani pemeriksaan terakhir. “Jika telah lolos Imigrasi, jamaah masuk lalu masuk ke ruang tunggu sambil menanti jadwal pesawat take off,” kata Cecep.

Sementara itu, jamaah haji kloter 4 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) menjadi kelompok pertama yang menikmati layanan Eyab atau layanan khusus untuk tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan India. Jamaah sampai di terminal khusus Eyab sekitar pukul 10.45 WAS.

Setelah turun dari bus, jamaah langsung disambut petugas Arab Saudi yang kebanyakan anak muda. Bagi jamaah wanita dilayani oleh petugas perempuan. Sebelum masuk ke dalam ruang tunggu, jamaah dikalungkan semacam kartu yang berisi nomor dan barcode. Kartu ini sebagai tanda bahwa mereka adalah jamaah haji Indonesia.

Jamaah lalu dipersilakan untuk menunggu di ruang yang sangat nyaman. Tempat duduk berupa sofa dan kursi-kursi empuk khas timur tengah. “Saya sangat terharu dengan pelayanan seperti ini,” kata Rosiyanti, jamaah asal Jatiasih, Bekasi ini.

Ermiyatun, ibunda Rosiyanti juga mengaku sangat senang dengan layanan yang diberikan. Salah satunya bunga melati yang diterimanya dari petugas. “Sudah sebulan tidak mencium melati,” kata ibu yang menggunakan kursi roda sambil menciumi bunga melati. Bunga itu lalu dimasukkan ke dalam sakunya.

Indonesia Raya Mengggema di Bandara Jeddah

Sementara itu, suasana HUT RI ke -74 terasa di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Petugas Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah PPIH Arab Saudi mempersiapkan acara sederhana untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia yang jatuh pada Sabtu kemarin.

Mereka membuat bendera Merah Putih berukuran kecil dan dibagikan kepada jamaah haji Indonesia yang akan pulang ke Tanah Air. PPIH lalu mengajak jamaah menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil berjalan dari plaza menuju ruang pemeriksaan Imigrasi.

Salah satu jamaah asal Kloter 1 Embarkasi Surabaya (SUB), Wihdaniyatun mengatakan, dirinya cukup terharu diajak menyanyikan lagu kebangsaan. Ini adalah momentum yang langka, dirinya pulang dari Tanah Suci bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus.

“Biasanya saya ikut upacara di sekolah. Ini adalah tahun terakhir, tahun besok saya sudah pensiun,” kata guru SD di Kabupaten Ponorogo ini. Kepala Seksi (Kasie) Media Center Haji (MCH) Daker Bandara Jeddah-Madinah PPIH Arab Saudi Husni Anggoro mengatakan, bendera yang dibuat akan diberikan kepada jamaah haji yang pulang ke Indonesia hari ini.

“Ini adalah bagian dari cara sederhana memperingati Hari Kemerdekaan ke-74 RI pada 17 Agustus yang kebetulan berbarengan dengan pemulangan perdana jamaah haji ke Tanah Air,” katanya. Peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia juga berlangsung khidmat dan meriah di Wisma Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, kemarin.

Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Jeddah dan sekitarnya hadir dalam perayaan 74 tahun Indonesia Merdeka. Di tempat ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin yang juga Amirul Hajj didaulat untuk memotong tumpeng dan diberikan kepada Konjen RI Mohammad Hery Saripudin dan istrinya, Zulfah Nahdliyati.

Sebelumnya, Menag juga berkesempatan melepas pemulangan jamaah haji kloter JKS-01. Saat itu, dia menyampaikan permintaan maaf secara khusus jika ada layanan yang belum sempurna dari para petugas haji Indonesia. Dia mengatakan, pihaknya mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa melayani jamaah.

Dia juga mengajak jamaah haji untuk bersyukur karena telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Lukman mengakui bukan hal mudah mengurus hampir 214.00 jemaah haji dari Indonesia selama di Tanah Suci.

Apalagi dengan perbedaan tradisi, iklim, serta adat istiadat yang berbeda dengan di Tanbah Air. “Kalaulah merasa tidak puas, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Inilah upaya maksimal yang bisa kami lakukan. Tinggalkan kekurangan kami di sini. Jangan di bawa ke Tanah Air,” katanya (sindonews)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.