Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id, – Sulut, murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Dumoga, Desa Dumoga 1, Kecamatan DumogaTimur Kabupaten Bolmong,Provinsi Sulawesi Utara, dengan keterpaksaan murid berbaris di luar sekolah karena sekolah disegel, kamis (23/5/2019).

Penyegelan ini terkait dengan sengketa lahan warga Desa Dumoga yang menuntut bahwa tanah sekolah tersebut masih milik keluarga Katuche Soyawan kata yang mengaku anak ahli waris .

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Dari sebelumnya penyegelan pihak keluarga sudah menyurat ke pihak Pemerintah Daerah dan dinas terkait melalui Kepala Dinas Pendidikan Renti Mokodongan sudah turun langsung memonitor perkara tersebut namun belum terselesaikan.

Yeski Katuche dengan pengakuan sebagai ahli waris  warga Desa Dumoga 1 berdominsili di seputaran sekolah tersebut dengan ungkapan, “kami keluarga berharap kiranya pihak pemerintah dan dinas terkait dapat menanggapi apa yang menjadi tuntutan,kami sudah mengikuti arahan semua sesuai kesiapan berkas pengukuran lahan bersama pemerintah Desa dan sudah di masukan di Pemerintah Kabupaten,kami menyegel agar Pemerintah dapat menyelesaikan dan ada kejelasan “tutur Yeski.

Para murid tak bisa masuk ke sekolah lantaran sekolahnya disegel,terpantau Kepala Desa  ( sangadi ) Seldrin Apanga bersama aparat desa sudah berada di lokasi kejadian untuk mengantisipasi warga.

Saat di konfirmasi melalui whatsApp Kapolres Kotamobagu Gani F Siahaan “Ok saya tindaklanjuti”, melalui telepon sheluler Kapolsek Dumoga Timur Iptu ,Joy F Momomuat mengatakan setelah kami mendapat laporan dari kepala desa atas kejadian, “kami langsung TKP, karena ini kepentingan umum sekolah harus tetap di buka, walau  ada keluarga mengatakan itu mereka punya, tempuh melalui jalur hukum”.tutur kapolsek

Lanjut,pemalangan sudah di buka dan proses belajar mengajar sudah berjalan seperti biasa untuk permasalahan penggugatan sudah dilakukan mediasi di ruangan kapolsek bersama pemerintah desa dumoga satu.

Situasi kantibmas berjalan aman, pihak Polsek memberikan saran kepada penggugat Yeski Katuche untuk menempuh jalur hukum dan penggugat Yeski menerima masukan tersebut dan penggugat berjanji tidak akan melakukan pemalangan di sekolah selama belum ada putusan dari pengadilan.( tim)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.