Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Tahun 2020 tinggal beberapa hari lagi, tren gaya rambut pria pun mulai bermunculan. Ke depan, tidak ada lagi dominasi rambut belah pinggir, tengah, tapi akan banyak gaya rambut pria.

“Memasuki tahun 2020, para pria harus dibukakan matanya, horisonnya, para lelaki untuk keluar dari zona nyaman mereka. Saat ini masih banyak lelaki yang tak berani untuk mengadopsi gaya-gaya rambut baru,” ujar Oky Andries kepada Liputan6.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 15 November 2019.

Misalnya, mereka kembali lagi pada gaya rambut klasik, seperti belah pinggir, jambul tintin. Gaya-gaya rambut itu sebenarnya gaya rambut lima hingga 10 tahun yang lalu.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Menurut Oky, sebenarnya ada banyak sekali gaya rambut pria. Oleh karena itu, pada 2020 pihaknya akan meluncurkan katalog 100 gaya rambut pria.

“Selama ini yang ada ini paling 10 hingga 15 gaya rambut pria. Jadi, sebenarnya masih belum ada orang yang berani untuk mengeksplor lebih banyak lagi dari itu. Kita dari Chief, karena kita punya barber shop, browming product juga bahwa cowok itu bukan hanya belah pinggir dan belah tengah saja,” ujar Oky.

Itu belum lagi mengklasifikasikan gaya rambut curly, lurus, bergelombang, dan lain sebagainya. Selain itu, belum lagi mengenai bentuk wajah, seperti bulat, lonjong, kotak, segitiga. “Semua itu kita coba permutasi. Semuanya kemungkinan ada 100 lebih gaya rambut pria,” ujar Oky.

Barber dan Costumer

Berbeda dengan pria, lanjut Oky, gaya rambut perempuan lebih gampang. Mulai dari panjang, pendek, bob, tapi cowok itu panjang rambutnya umumnya paling tiga hingga lima centimeter.

“Makanya, kita mainkan bagian pinggir lebih tipis, bagian belakang lebih tipis, bagian atas lebih panjang. Kita mengombinasikan itu sehingga akan dapat gaya 100 rambut pria,” ujar Oky.

Dengan adanya katalog 100 gaya rambut pria tersebut ada dua pihak yang diuntungkan. Pertama, para barber memiliki banyak pilihan gaya rambut untuk costumer. Mereka tidak akan bingung memilih gaya rambut.

“Dari sisi costumer juga bisa lebih menyesuaikan dengan pekerjaan mereka, misalnya, jika pekerjaan mereka freelance, gaya rambut yang cocok seperti apa, bekerja di bank dan pekerjaan yang lebih serius, gaya rambutnya seperti apa. Jadi, mereka tak lagi terpaku pada gaya rambut yang itu-itu saja,” ucap Oky.

Sumber : Liputan 6.com

 

Iklan Bawah Artikel


Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.