Iklan Atas Artikel
Akhmad Rosano Yang Diberikan Kuasa Oleh Keluarga Mendiang WNA Asal Jepang Untuk Menyelesaikan Permasalahan 3 Unit Rumah Yang Ada Di Sekupang Batam.

Otoritasnews.co.id, Batam – Terkait tiga unit rumah disekupang Batam milik mendiang yang kini dikuasai paksa oleh orang terdekatnya dan oknum pengacara inisial (RR). Keluarga Ny.Miyomoto Noriko (Mendiang) yang berada di Jepang, tak berhenti untuk merebut kembali 3 unit rumah tersebut.

Keinginan kuat dari keluarga mendiang Ny.Miyomoto Noriko warga negara asing (WNA) asal Jepang untuk melanjutkan perjuangan haknya. Dimana sebelumnya pada tahun 2015 mendiang telah melaporkan permasalahan tersebut di Mapolresta Barelang.

Sepupu serta keponakan Mendiang, Itsuo Sugiura dan Hiroto Shimoono, serta kini bergabung satu ahli waris mendiang Ny.Miyomoto Noriko, yakni anak kandungnya, terus mencari Keadilan atas aset mendiang yang berpindah tangan secara paksa dan tanpa sepengetahuan mendiang.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Harapan untuk melanjutkan perjuangan Mendiang, Setelah pihak keluarga mendiang berkonsultasi dengan Kedutaan Jepang di Jakarta, serta Konsulat Jepang di Medan, ketiga keluarga mendiang akhirnya memutuskan untuk memberikan kuasa kepada Akhmad Rosano salah satu warga kota batam untuk menangani persoalan yang dihadapinya dari sejak dulu hingga saat ini.

Kisah Tragis WNA Asal Jepang Di Batam Saat Ingin Perjuangkan 3 Rumah Miliknya

 

Tertanggal 18 Juli 2019, trio warga negara asal Jepang ini secara resmi menyerahkan kuasa kepada Akhmad Rosano untuk membuka kembali dan melanjutkan proses hukum laporan nomor LP B/1408/2015/Kepri/SPK Polresta Barelang dengan pegaduan tindak pidana penggelapan dan atau pemalsuan tandatangan.

Akmad Rosano selaku penerima kuasa saat ditemui awak media mengatakan, bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi dengan mengumpulkan berbagai data yang diperlukan dan setelah itu meminta pihak Polresta Barelang membuka dan melanjutkan kembali kasus yang menimpa tiga warga negara asal Jepang tersebut.

“Sebagai penerima kuasa, saya sedang melakukan investigasi, mengumpulkan data dilapangan. Dan selanjutnya, segera meminta Polresta Barelang untuk membuka kembali kasus ini,” ucap dia, Jum’at (16/08/19).

Surat Kuasa Akhmad Rosano

Ia menilai, kasus yang menimpa warga negara asing (WNA) tersebut, Bukan sekedar kasus pidana. Tapi juga menyangkut hukum dan wibawa bangsa Indonesia dimata internasional.

“Kasus ini harus diselesaikan. Karena menyangkut wibawa bangsa Indonesia. Dugaan persekongkolan ini sudah dilaporkan tapi tidak ditindaklanjuti,” Ungkapnya.

Akhmad Rosano Mengungkapkan pula, Bahwa ada satu unit rumah yang bukan bagian dari tiga unit rumah milik mendiang Ny.Miyomoto Noriko, Tapi kini ditempati oleh oknum pengacara inisial (RR) yang sebelumnya merupakan penasehat hukum mendiang.

“Rumah ini bukan hanya dikuasai. Tapi direnovasi bahkan sempat dibuat kantor oleh oknum pengacara ini,” ungkap Akhmad Rosano.

Ia menegaskan kepada pihak yang saat ini menduduki 3 unit rumah milik mendiang untuk segera meninggalkan rumah tersebut, sebab hal itu sudah menjadi perbuatan pidana.

“Saya meminta agar ketiga rumah yang kini dihuni oleh orang orang yang tak memiliki hak, agar segera dikosongkan. Karena kami akan meminta pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara pidana yang dimaksud,” Tegasnya.

Tak hanya itu, Sambung Rosano, bahwa sertifikat ketiga rumah tersebut tengah diurus untuk balik nama pemilik. Bahkan berkasnya tengah dalam proses perpanjangan UWTO di BP Batam.

Akhmad Rosano meminta pihak terkait termasuk penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus yang melibatkan marwah bangsa dimata warga Jepang ini, sebab permasalahan ini tentu akan berpengaruh, tidak hanya kota Batam namun Indonesia itu.

Jika penegak hukum tidak dapat menyelesaikan dan atau menindaklajuti permasalahan ini, tentu pula akan menjadi penilaian warga Jepang terhadap penegakan hukum yang ada di Indonesia. Untuk itu, ia berharap hal tersebut dalam segera di tindaklanjuti.

“Saya mengharap Kapolres yang baru bisa melakukan terobosan untuk menuntaskan kasus yang menyangkut wibawa negara ini. Disini akan menjadi penilaian Dimata Internasional terkait bagaimana proses penegakan hukum kita di Indonesia,” Pungkasnya.

Terkait permasalahan yang dialami Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang tersebut. Pihak terkait belum dapat dikonfirmasi.(*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.