Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id, Jakarta – Berapa point yang di highlight hari ini, hasil sementara dari sistem pemantauan suara di TPS melalui aplikasi AyoJagaTPS.

Co Founder AyoJagaTPS, Ahmad James Falahudin mengatakan, penghitungan ini hasil dari laporan masyarakat yang menggunakan aplikasi AyoJagaTPS.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Kita turut mengapresiasi bermunculannya partisipasi publik yang begitu luas dari masyarakat untuk memantau proses pemilu serentak yang baru pertama kali terlaksana. Ini menandakan suatu ekosistem yang berubah dalam demokrasi negeri ini.

Proses penghitungan sekarang ini terlihat seperti akuarium mudah terlihat dan dipantau oleh siapapun. Sehingga aplikasi kol iji bukan hanya difokuskan pada pemantauan suara untuk mengcross ataupun mengecek hasil akhir KPU nanti juga harus bisa mengumumkan dan mendokumentasikan secara rapi peristiwa penting terhadap kecurangan ataupun kejanggalan dengan data yang memadai bisa menjadi masukan bagi negara penyelenggarara pemilu untuk mengatasi masalah itu.

Kita sudah terima dari grup grup kita potensi kejanggalan pelaksanaan pemilu perihal surat suara tercoblos ataupun pemilih yang tidak bisa menggunakan hak suaranya, kertas suaranya habis, hal ini perlu didokumentasikan secara rapi.

Sebab kalau kita lihat proses hukumnya dispute hasil pemilu itu tidak didukung oleh data yang memadai. Menurut saya dan harapan secara pribadi untuk meningkatkatkan kualitas dekokrasi kita, teknologi digita melalui ayojagatps ini tidak hanya dimanfaatkan ataupun difokuskan untuk penjagaan suara tetapi juga pada proses pelaksanaan itu sendiri. Proses penjagaan suara hanya terbatas pada kepentingan para kandidat, kalau proses pelaksaan secara umum yang terjadi di TPS itu bisa bermanfaat pada proses pemilu kedepannya.

Selanjutnya yang disoroti walaupun ini sebagai bentuk kemajuan pemanfaatan teknologi digital dalam sistem kontestasi elektronik saat ini juga tidak kurang tantangan yang harus dihadapi oleh masyarakat yang menginisiasi gerakan ini.

Salah satu hambatannya dari data data yang sudah terkumpul itu harus diwaspadai dan diantisipasi, Kita semua untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dengan cara menguatkan sistem dan keamanannya. Negara juga sudah harus memiliki tanggungjawab yang lebih kuat melalui badan siber nasional (BSN) agar pemanfaatanya bisa lebih aman.

Negara harus bertindak cepat dan memberikan keamanan siber kepada siapapun baik pada masyarakat maupun institusi negara itu sendiri.

Rabu (17/4/2019) hingga pukul 15.00 WIB, suara yang masuk di 200.000 TPS dengan sebaran di 100.000 lebih TPS kabupaten/kota di 34 Provinsi Indonesia, menempatkan pasangan Prabowo-Sandi unggul 59,74%. Sedangkan Jokowi-Ma’ruf Amin 40,26%.

AyoJagaTPS ini bukan bagian dari timses 01 maupun 02. Rekapitulasi suara ini bukan merupakan Quickcount ataupun Realcount. Ini rekapitulasi dari kontribusi masyarakat luaa terhadap platform. Ini sebagi tanggung jawab sosial kami untuk memberikan pemaparan penghitungan suara.

Iapun menegaskan, bahwa misi utama AyoJagaTPS adalah menjaga perolehan suara Capres dan Cawapres dari segala bentuk kecurangan, yang berpotensi merusak pesta demokrasi.

Dari 4.415 TPS Surat suara yang masuk lebih dari 60% nantinya bisa ditarik kesimpulan surat suara yang unggul sebagiani instrumen kontrol bagi KPU dan lembaga survei.

“Ternyata ada yang tidak suka Pilpres berjalan dengan jujur, Adil dan transparan. Dua hari terakhir ini website dan Aplikasi ayojagatps.com berkali-kali dihack (Crack) oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” ungkapnya.

“Kami pun terus berusaha agar gangguan maupun serangan ini bisa segera selesai, demi menghadirkan Pilpres yang damai,” ucap James.

Perhitungan sementara hari ini Kamis (18/4/2019) pukul 15.00 dari 21.080 TPS dengan 4.427.522 suara masuk, Jokowi Ma’ruf (01) sebanyak 1.717.421 (37,38%) dan Prabowo Sandi 62,62% (2.710.101). (Guffe)

Iklan Bawah Artikel

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.