Iklan Atas Artikel

Otoritasnews.co.id – Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) berencana akan menerapkan ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Konsep ini biasanya akan didukung dengan keberadaan industri kreatif yang menjadi pengejawantahannya.

Terkait itu, Bendahara Umum Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Rudi Hartono mengatakan, ekonomi kreatif adalah penciptaaan suatu sumber bisnis baru yg berbasis ide-ide segar yang sesuai perkembangan zaman.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

“Saya kira ini termasuk salah satu terobosan pemikiran dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan. Untuk menuju ke arah ekonomi kreatif tentu harus di sertai dengan dukungan akses kredit finansial yang flexible dan transparan,” ujar Rudi kepada Otoritasnews.co.id, Selasa (20/8/2019).

Sementara tata cara pemberian kredit di indonesia, lanjut dia, masih berbasis jaminan. Menurut Rudi, yang bisa mengakses kridit perbankan hanyalah yang memiliki jaminan.

“Contoh empat perusahaan unicorn berbasis teknologi yang membuka lapangan pekerjaan sangat banyak, akan tetapi dana dan sumber investasi mereka dari asing, sebab pihak asing membaca proposal mereka dan menerjemahkan pendapatan masa depan dan prospek bisnis baru di nilai menjadi sebuah kredit investasi. Sehingga jangan heran apabila di klaim sebagai hasil asing bukan milik anak bangsa,” terangnya.

“Karena memang keadaannya demikian, maka itu saya minta kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu), OJK dan BI agar secepatnya membuat terobosan baru untuk bisnis yang berbasis ekonomi kreatif,” sambungnya.

Menyoal industrialisasi robotic, Rudi memaparkan bahwa akan terjadi lima tahun ini. Pasalnya, masih banyak persoalan buruh di tanah air sehingga menyebabkan industri yang padat karya dapat merubah penggunaan mesin ke robot dengan desain yang efesien.

“Dengan menggunakan mesin robot, bisa memacu hasil produksi yang tinggi dan mengurangi kesalahan kerja seminimal mungkin. Apabila hal ini terjadi, maka angka pengangguran akan semakin meningkat drastis seiring dengan meningkatnya jumlah kriminalitas di Indonesia. Contoh misalnya, industri yang akan merubah sistem menjadi robotic otomatis. Textil, otomotif dan turunannya, rokok, semen dan lain-lain. Pertanyaannya apakah pemerintah sudah siap menghadapi masalah yang sudah di depan mata,” paparnya. (Arum)

Iklan Bawah Artikel


Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.