Iklan Atas Artikel
Isdianto Plt Gubernur Kepri.

Batam – Terlibatnya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam melakukan pencegahan tindakan Korupsi diberbagai daerah, menunjukkan ekstensi Kadin Indonesia dibawah naungan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum.

Dimana komisi pemberantasan korupsi membentuk Komite Advokasi Daerah (KAD) Antikorupsi dengan menggandeng Kadin Indonesia dan pemerintah dalam melakukan pencegahan Korupsi diberbagai daerah.

Sama halnya di wilayah Provinsi Kepulauan Riau, Akhmad Ma’ruf Maulana, Ketua Umum Kadin Kepri Indonesia dan jajarannya, telah dilantik oleh Plt Gubernur kepulauan Riau sebagai ketua ataupun pengurus KAD Antikorupsi Kepri.

Advertise!Iklan Dalam Artikel

Dalam pelantikan/deklarasi yang digelar di aula kantor pemerintahan provinsi kepulauan Riau, pulau Dompak. Terlihat semangat para pelaku usaha untuk berkontribusi dalam melakukan pencegahan tindakan Korupsi di Kepri.

Disamping itu, ada yang menarik ketika Isdianto Plt Gubernur kepulauan Riau diwawancarai usai pelantikan tersebut. Isdianto yang ditanyakan terkait adanya dua kubu kadin yang ada diwilayah Kepri. Dengan seketika, ia menegaskan bahwa Kadin Kepri yang pertama kali ada diwilayah Kepri yaitu, kadin versi Akhmad Ma’ruf Maulana.

Namun Isdianto saat menyebutkan ada dua kadin Kepri, dan menyebutkan kadin Ma’ruf yang pertama kali. Isdianto tiba-tiba lupa dengan Kadin baru yang dimaksudnya tersebut.

“Yang pertama kan kadin Kepri, kadin Ma’ruf. Yang baru itu kan, siapa ya,? ucap Isdianto, Selasa 08/10/19.

Dengan adanya dua kepengurusan Kadin diwilayah Kepri, Isdianto seolah memberikan sinyal, bahwa kadin yang diakui oleh pemerintah provinsi Kepri sesuai dengan ketentuan undang-undang. Yang menyebutkan bahwa Kadin di Indonesia adalah satu.

Namu ia tak memungkiri, bahwa adanya dua kubu Kadin diberbagai daerah, “Saya kira kadin dimana-mana ada yang dua kaki,” katanya.

Isdianto Lantik Ketum Kadin Kepri Indonesia “Akhmad Ma’ruf Maulana” Sebagai Ketua KAD Antikorupsi

Sambil tersenyum-senyum, Isdianto yang terlihat terburu-buru menuju mobilnya, sempat pula menyebutkan, bahwa kadin yang diakui pemprov Kepri, ialah kadin Versi Rosan Roeslani.

“Yang di akui kadin Rosan lah, dua dua lah diakui, ha haha. Dua-duanya resmi,? haheha,” sebut Isdianto sambil tersenyum-senyum.

Sebelumnya, Isdianto mengatakan, dengan terbentuknya KAD Antikorupsi Kepri yang diketuai oleh Akhmad Ma’ruf Maulana, dapat bertugas dengan baik dan amanah.

“Harapan kami setelah dilantik dapat menjalankan amanah yang baik dan dapat membantu peran KPK dalam melakukan pencegahan tindakan korupsi di Kepri,” katanya.

Selain itu, Isdianto juga berharap, hadirnya KAD dapat menumbuhkan potensi investasi yang lebih baik di Provinsi Kepri.

“Diharapkan pada percepatan pertumbuhan ekonomi Kepri,” ujarnya.

Selain itu, dengan adanya KAD Antikorupsi Kepri, semoga dapat mengingatkan masyarakat ataupun para pelaku usaha untuk tidak terlibat dalam kasus Korupsi.

“Kita harap, Masyarakat ataupun para pelaku usaha tidak terlibat dengan kasus Korupsi. Dengan adanya KAD Antikorupsi di Kepri. Mari kita sama-sama jaga nama baik Kepri,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.