Ali Syamsu Zein, S.Kom Lulusan sarjana komputer di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Aktif menulis sejak tahun 2010 "Kun Fayakun"

Bagaimana cara mengajarkan keterampilan media kepada anak?

1 min read

Dengan teori konspirasi, berita palsu dan informasi yang salah menyebar begitu cepat, literasi media menjadi keterampilan penting yang dibutuhkan oleh semua orang, termasuk anak-anak.

Penelitian baru dari Internet Matters mengatakan penyebaran berita palsu tentang Covid-19 menjadi masalah utama bagi orang tua. Internet Matters adalah organisasi keamanan online nirlaba untuk anak-anak yang berbasis di London, Inggris.

Lebih dari sepertiga orang tua dalam penelitian tersebut mengatakan mereka akan sangat khawatir

jika anak mereka melihat informasi yang salah tentang virus corona.

Efek negatif yang paling mereka khawatirkan saat terpapar berita bohong adalah yang membuat anak khawatir atau cemas. Mereka juga khawatir bahwa paparan berita palsu dapat mengubah atau membingungkan pandangan anak mereka tentang dunia atau menempatkan mereka di kelompok yang salah di sekolah.

Sementara 75 persen orang tua khawatir tentang berita palsu, hanya 16 persen orang tua yang berbicara dengan anak-anak mereka tentang cara mengenali berita palsu.

Memang, orang tua memainkan peran penting dalam menyediakan alat bagi anak-anak untuk menavigasi lanskap media modern dan dalam membantu anak-anak menjadi konsumen media yang cerdas.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan ke dalam email Anda.
email pendaftaran

Dikutip dari HuffPost, CEO Pinna Maggie McGuire mengatakan media memiliki dampak besar

pada cara kita berpikir dan mengambil keputusan. Pinna adalah layanan streaming yang berpusat pada anak-anak.

Menurut McGuire, literasi media mengembangkan kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan menghasilkan komunikasi dalam berbagai bentuk. Literasi media juga membantu anak-anak mempelajari apa yang dapat dipercaya dan membantu anak-anak memahami perbedaan antara fakta dan fiksi.

“Literasi media bertujuan untuk membantu anak-anak menjadi konsumen media yang bijak, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan membantu anak-anak mengekspresikan dan menyebarkan ide-ide mereka secara jelas berdasarkan bukti dan fakta,” katanya kepada HuffPost, Kamis (12/11/2020).

McGuire menambahkan bahwa sangat penting untuk mengembangkan keterampilan kewarganegaraan yang membuat anak-anak tahu bagaimana terlibat dalam debat publik yang sehat dan adil serta berpartisipasi dalam demokrasi.

McGuire dan pakar lainnya menawarkan saran bagi orang tua tentang cara membesarkan anak-anak mereka menjadi warga digital yang terinformasi dan bertanggung jawab.

Mulai lebih awal

Profesor dan Direktur Pendidikan Guru di Universitas Bradley Dean Cantu mengatakan: “Sekarang lebih dari sebelumnya

, penting bagi orang tua untuk mengajarkan literasi media kepada anak-anak mereka. Karena semakin banyak anak-anak yang menonton dan anak-anak yang lebih kecil terlibat dengan perangkat digital.

Lebih dari sepertiga orang tua dengan anak di bawah usia 12 tahun mengatakan bahwa anak-anak mereka mulai menggunakan smartphone sebelum usia 5 tahun. Hasil survei akan dirangkum dalam laporan Pew Research Center Juli 2020.

“Mengajarkan literasi media kepada anak-anak dapat dimulai dari dasar-dasarnya,” kata Leilani Carver-Madalon, asisten profesor di program master dalam komunikasi strategis dan kepemimpinan online di Universitas Maryville.

LIHAT JUGA :

indonesiahm2021.id
unesa.id
unimedia.ac.id
politeknikimigrasi.ac.id
stikessarimulia.ac.id
ptsemenkupang.co.id

Rate this post
Ali Syamsu Zein, S.Kom Lulusan sarjana komputer di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Aktif menulis sejak tahun 2010 "Kun Fayakun"

Cara Membuat Podcast di Spotify dengan Anchor untuk Pemula

Apakah Anda suka menonton atau hanya mendengarkan podcast? Jika demikian, apakah Anda ingin membuat podcast Anda sendiri? Kamu bisa belajar cara membuat podcast di...
Ali Syamsu Zein, S.Kom
1 min read